Ilustrasi. FOTO: AFP.
Ilustrasi. FOTO: AFP.

Insentif Investasi Naik Jadi Rp15 Triliun di 2020

Ekonomi investasi kementerian keuangan RAPBN 2020
Media Indonesia • 12 September 2019 11:16
Jakarta: Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi serta mendorong kinerja ekspor. Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan meningkatkan dana insentif daerah (DID) pada 2019.
 
"Kalau ada daerah yang bisa secara real memberikan dorongan terhadap investasi dan perbaikan ekspor, akan mendapatkan DID," kata Direktur Jenderal Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 11 September 2019.
 
Prima menuturkan alokasi DID pada 2019 ditetapkan sebesar Rp10 triliun dan meningkat menjadi Rp15 triliun dalam RAPBN 2020. DID dialokasikan untuk meningkatkan insentif atas kinerja pemerintah daerah dalam perbaikan atau capaian kerja tata kelola keuangan daerah, pelayanan masyarakat, dan pelayanan dasar publik.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan penambahan alokasi dana itu, ada sasaran baru yakni mendorong peningkatan investasi dan ekspor, pemanfaatan pembiayaan kreatif, peningkatan kualitas belanja melalui mandatory spending, dan penyampaian peraturan daerah tepat waktu.
 
Pemerintah menetapkan kriteria utama yang harus dipenuhi, antara lain opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) yang wajar tanpa pengecualian (WTP), peraturan daerah (perda) yang tepat waktu, ketersediaan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP), dan penggunaan e-government.
 
"Misalnya, kalau ada daerah yang akan mendorong investasi, misalnya mereka punya regulasi yang tidak menghambat investasi atau investasi tumbuh secara signifikan, akan diberikan DID. Dengan begitu, diharapkan dapat mendorong investasi dan ekspor," ucapnya.
 
Secara keseluruhan, pemerintah dan Badan Anggaran DPR menetapkan anggaran dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) pada 2020 sebesar Rp856,9 triliun. "Postur sementara sebesar Rp856,9 triliun. Ini masih tumbuh 5,2 persen dari outlook tahun ini yang sebesar Rp814,4 triliun," kata Prima.
 
Dia menuturkan, alokasi Rp856,9 triliun itu sudah termasuk berbagai penyesuaian yang telah disepakati pada saat rapat kerja dengan Kemenkeu.
 
Penyesuaian itu ialah adanya penurunan alokasi dana transfer daerah sebesar Rp1,84 triliun, dari Rp786,79 triliun menjadi Rp784,95 triliun, dan untuk dana desa Rp72 triliun.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif