Ilustrasi bendera Indonesia - - Foto: AFP/ Bay Ismoro
Ilustrasi bendera Indonesia - - Foto: AFP/ Bay Ismoro

Perkembangan Ekonomi RI Tahun Ini Atraktif

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi manulife aset manajemen indonesia Ekonomi Indonesia Pemulihan Ekonomi Nasional Vaksinasi covid-19 Perekonomian Indonesia Mobilitas Masyarakat
Fetry Wuryasti • 24 April 2022 17:00
Jakarta: PT Manulife Aset Manajemen Indonesia melihat ekonomi Indonesia pada tahun ini berada pada posisi yang atraktif. Berbeda dengan negara maju yang mengalami tren normalisasi, Indonesia justru diuntungkan oleh momentum pemulihan ekonomi seiring dengan pulihnya mobilitas masyarakat dan meningkatnya vaksinasi covid-19.
 
Sinyal pemulihan ini mulai terlihat pada kuartal keempat 2021 dimana pertumbuhan ekonomi balik tumbuh ke level 5 persen secara tahunan. Perbaikan pada stabilitas eksternal yang salah satunya ditunjukkan oleh surplus neraca perdagangan dan cadangan devisa yang kuat, membuat nilai tukar Rupiah tetap stabil dan menjadi bantalan dalam menghadapi perubahan kebijakan moneter global.
 
"Hal inilah yang juga membuat Bank Indonesia menunjukkan sikap yang tidak terburu-buru, dan menegaskan bahwa kebijakan suku bunga rendah akan dipertahankan sampai terjadi tekanan inflasi yang bersifat fundamental, yang terlihat pada kenaikan inflasi inti," kata Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Krizia Maulana, Minggu, 24 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara dampak langsung yang rendah terhadap konflik Rusia-Ukraina dan posisi Indonesia sebagai net eksportir komoditas, membuat Indonesia menjadi lebih terlindungi dari konflik ini.
 
Kenaikan harga komoditas memberikan trickle down effect terhadap perekonomian secara keseluruhan lewat meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang bekerja dan berhubungan dengan sektor yang bersangkutan.

Pasar finansial

Optimisme pelaku pasar akan potensi ekonomi Indonesia, terlihat dari masuknya aliran dana asing yang stabil di pasar saham. Kondisi yang kondusif tadi, disertai dengan kepemilikan asing yang masih relatif rendah membuka peluang penguatan lebih lanjut di pasar saham Indonesia.
 
Sementara ekspektasi pasar yang sudah sangat agresif terhadap kenaikan suku bunga Fed dan imbal hasil US Treasury, menciptakan peluang investasi di pasar obligasi.
 
"Basis investor yang saat ini lebih terdiversifikasi. Ini terlihat dari naiknya partisipasi investor domestik dan menurunnya kepemilikan investor asing yang berkontribusi pada stabilitas pasar obligasi domestik. Koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter, serta kondisi makro yang baik akan menopang pergerakan pasar obligasi Indonesia ke depannya," terang Krizia.
 
Salah satu cara untuk mengelola volatilitas di pasar finansial adalah dengan melakukan diversifikasi, atau meragamkan portofolio investasi dengan aset yang memiliki korelasi rendah.
 
"Hal ini penting dilakukan untuk meminimalisir risiko dan mengoptimalkan imbal hasil," pungkas Krizia. 
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif