NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

Kata Wamendag Status Negara Berkembang Indonesia Dicabut AS

Ekonomi indonesia-as Negara Berkembang
Antara • 25 Februari 2020 08:15
Jakarta: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyebut status Indonesia yang tidak masuk dalam daftar negara berkembang versi Amerika Serikat (AS) tidak akan memengaruhi pemberian fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) oleh negara tersebut.
 
GSP adalah kebijakan perdagangan suatu negara yang memberi pemotongan bea masuk impor terhadap produk ekspor negara penerima. Ini merupakan kebijakan perdagangan sepihak (unilateral) yang umumnya dimiliki negara maju untuk membantu perekonomian negara berkembang, tetapi tidak bersifat mengikat bagi negara pemberi maupun penerima.
 
"GSP tetap lanjut. Perlu saya tegaskan soal status negara berkembang menjadi negara maju itu tidak memengaruhi GSP," katanya, ditemui di Kemenko Kemaritiman dan Investasi, seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Jerry, status Indonesia hanya mengalami upgrade atau peningkatan dari negara berkembang menjadi negara maju. Namun, upgrade status itu disebutnya tidak ada hubungannya dengan pemberian fasilitas pengurangan bea masuk atau GSP.
 
"Harusnya kita bangga dong, kita secara status sudah meningkat. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan penerimaan fasilitas GSP," imbuhnya.
 
Sebelumnya, Deputi Bidang Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Rizal Affandi Lukman mengatakan dampak pencabutan itu tidak ada hubungannya dengan GSP.
 
“Dampaknya itu tidak ada hubungannya secara langsung dengan GSP. Jadi dua hal yang terpisah (GSP dan CVD atau bea masuk anti-subsidi atau Countervailing Duties)), itu saya dapat konfirmasi dari USTR," katanya.
 
Rizal menuturkan tim teknis dari pihak USTR berencana akan berkunjung ke Indonesia pada 8 Maret 2020 untuk membicarakan GSP yang pembahasannya akan masuk tahap kesimpulan.
 
“Sudah hampir conclusion jadi insyaallah tidak terlalu lama lagi bisa diumumkan. Minggu depan tanggal 8 Maret akan datang untuk finalisasi mudah-mudahan ada berita positif (GSP),” pungkasnya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif