Defisit Perdagangan Membesar, Jonan Salahkan Kinerja Ekspor Nonmigas

Suci Sedya Utami 15 November 2018 20:38 WIB
defisit transaksi berjalan
Defisit Perdagangan Membesar, Jonan Salahkan Kinerja Ekspor Nonmigas
Menteri ESDM Ignasius Jonan. Medcom/Eko Nordiansyah.
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan membantah defisit yang terjadi pada neraca perdagangan disebabkan oleh sektor yang diembannya.

Jonan mengatakan di tengah kondisi harga minyak dunia yang mengalami peningkatan maka nilai impor minyak juga naik. Dalam sehari Indonesia impor sekitar 500 ribu-600 ribu barel per hari baik minyak mentah maupun dalam bentuk produk BBM.

"Kalau harga minyak mentah naik itu harga produk BBM-nya juga naik," kata Jonan di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Kamis, 15 November 2018.

Namun Jonan tidak mau disalahkan sebagai penyebab utama karena menurut Jonan neraca perdagangan bukan hanya milik sektor migas saja namun juga nonmigas. Dia bilang seharusnya apabila terjadi tekanan atau defisit di sektor migas bisa dibantu oleh sektor nonmigasnya.

Ia mencontohkan negara-negara lain yang mengalami defisit migas. Misalnya Jepang yang impor migasnya jauh lebih besar dari Indonesia. Namun ekspor nonmigas negeri sakura tersebut besar sehingga bisa menutup.

Begitu juga dengan Singapura, Hong Kong serta Tiongkok yang juga mengimpor minyak namun secara neraca perdagangan secara keseluruhan masih positif. Tentunya karena kontribusi ekspor barang lainnya yang besar.

"Kita kan mestinya begitu, ekspor produk lainnya besar. Menurut saya ekspor produk lainnya nonmigas kurang," jelas Jonan.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia Oktober 2018 mengalami defisit sebesar USD1,82 miliar. Defisit dipicu oleh impor yang meningkat 20,60 persen atau sebesar USD17,62 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan peningkatan impor menyebabkan defisit di sektor migas sebesar USD1,43 miliar dan sektor nonmigas USD0,39 miliar.

 



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id