"Pak Chairul Tanjung kan pengusaha dan Ketua Komisi Ekonomi Nasional (KEN). Jadi sudah berpengalaman, sehingga bisa cepat mengerti permasalahan. Beliau figur yang tepat menggantikan Pak Hata," ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia Hendra Sinadia di seminar "Menguak Perizinan Sektor Energi" di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Rabu (14/05/2014).
Jika CT, panggilan Chairul Tanjung, menjabat sebagai Menko Perekonomian, Hendra optimistis Industri nasional akan lebih diperhatikan. "Saya lihat beliau akan lebih mengembangkan industri dalam negeri dan juga membuka liberalisasi pada beberapa sektor," kata pria berkemeja putih ini.
Ketika CT menjabat sebagai Menko, jelas Hendra, sebaiknya tidak terburu-buru membuat dan mensahkan kebijakan strategis. Ia mencontohknya, penetapan royalti batu bara sebesar 13,5 persen untuk Perjanjian Karya Pengusaha Batu bara (PKP2B) di sektor pertambangan dan Izin Usaha Pertambangan (IUP).
"Jangan dilaksanakan dulu karena harga batu bara lagi turun. Sekarang harganya 70 dolar per ton. Dulu saat peraturan dibuat, harga batu bara masih di atas 100 dolar per ton. Kalau disahkan bisa mematikan ekspor dan menimbulkan pemutusan hubungan kerja massal," tegas Hendra.
Hendra menyarankan agar CT membuat kebijakan yang mendukung industri batu bara sebagai sumber energi. "Kita sudah tidak bisa bergantung lagi pada minyak. Setelah UU Minerba diterapkan Januari lalu, batu bara menjadi motor penggerak utama ekspor di sektor mineral," kata Hendra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News