Presiden Joko Widodo. FOTO: AFP.
Presiden Joko Widodo. FOTO: AFP.

Jokowi Instruksikan Airlangga dan Luhut Kawal Kemudahan Berusaha

Ekonomi perizinan kemudahan berusaha Omnibus Law
Damar Iradat • 21 November 2019 12:51
Jakarta: Presiden Joko Widodo menginstruksikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengawal perbaikan di sejumlah bidang untuk percepatan kemudahan berusaha. Salah satunya terkait deregulasi dan debirokratisasi.
 
"Saya juga minta kepada Menko Perekonomian dan Menko Maritim dan Investasi untuk mengawal langkah-langkah perbaikan formasi di semua titik-titik, karena itu agar betul-betul semuanya ter-deliver dengan baik," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas tentang percepatan kemudahan berusaha di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis, 21 November 2019.
 
Jokowi mengatakan saat ini dibutuhkan reformasi struktural, serta deregulasi dan debirokratisasi, sehingga kemudahan berusaha dapat disederhanakan. Ia juga meminta para menteri mempelajari masalah-masalah yang ada secara detail, yakni poin-poin kelemahan serta titik yang menjadi penghambat dari kemudahan berusaha.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kesempatan itu, Jokowi kembali menyampaikan pentingnya reformasi pelayanan perizinan yang cepat dan terintegrasi dari pusat sampai ke daerah. Hal ini perlu dilakukan, sehingga nantinya pemerintah dapat mengontrol dan mengawasi proses-proses yang ada.
 
"Di mana berhentinya, di mana ruwetnya bisa kita kontrol dan kita awasi," ujar dia.
 
Menurut Jokowi, dalam lima tahun terakhir, peringkat Indonesia dalam bidang kemudahan berusaha sempat meningkat drastis. Pada lima tahun lalu, Indonesia masih menduduki peringkat ke-120, dan meningkat tajam ke posisi 72 pada 2018.
 
Namun, setelah itu, peringkat Indonesia stagnan dan justru turun tipis di 2019 menjadi 73. Oleh karena itu, Kepala Negara menginginkan agar ada sebuah kenaikan peringkat lagi dalam kemudahan berusaha di Indonesia.
 
"Yaitu di angka-angka 40, di peringkat 40-,50 yang kita inginkan. Oleh sebab itu solusi yang kita kerjakan tidak boleh sepotong-sepotong," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif