Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Mohamad Irfan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati - - Foto: MI/ Mohamad Irfan

Naik 2 Kali Lipat, Pembiayaan Utang hingga Januari Capai Rp165,8 Triliun

Ekonomi utang luar negeri Sri Mulyani surat utang Kementerian Keuangan
Eko Nordiansyah • 23 Februari 2021 17:19
Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pembiayaan utang hingga akhir Januari 2021 mencapai Rp165,8 triliun. Jumlah ini naik dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp68,2 triliun.
 
"Sampai 31 Januari 2021, pembiayaan utang Rp165,8 triliun, karena defisit Januari ini naik tajam dibandingkan Januari 2020 itu belum direvisi, makanya kalau dilihat issuance SBN masih rendah," katanya dalam video conference di Jakarta, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Pembiayaan utang selama bulan lalu terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp169,7 triliun atau naik 135 persen dibandingkan Januari 2020. Penerbitan SBN ini sudah 14,1 persen dari target dalam APBN 2021 sebesar Rp1.207,3 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sri Mulyani menambahkan pinjaman minus Rp3,9 triliun sampai 31 Januari 2021. Sementara untuk pembiayaan investasi, pemberian pinjaman, dan pembiayaan lainnya masih belum terealisasi sampai dengan akhir bulan kemarin.
 
"Pembiayaan anggaran kita akan terus disesuaikan, dikaitkan dengan adanya SILPA yang bisa kita manfaatkan, dan kita akan memanfaatkan pembiayaan lunak termasuk pembiayaan yang berasal dari Bank Indonesia sesuai dengan agreement SKB kita," jelasnya.
 
"Untuk pembiayaan investasi kita juga akan melakukannya secara hati-hati. Pencairan dari PMN akan dilakukan sekarang secara sangat terukur dan prudent dengan koordinasi dari Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan kementerian teknis," lanjut dia.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman menyebut pemerintah akan menggunakan SILPA untuk mengurangi tekanan pembiayaan utang di 2021. Adapun target penerbitan SBN tahun ini mencapai Rp1.207,3 triliun.
 
"Bahwa untuk mengurangi tekanan dan kondisi kas pasar SBN kita gunakan SiLPA sebesar Rp80 triliun sampai Rp100 triliun, ini untuk kurangi pembiayaan utang di 2021, khususnya mengurangi target penerbitan SBN,” ungkapnya.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif