Presiden Joko Widodo. FOTO: MI/RAMDANI.
Presiden Joko Widodo. FOTO: MI/RAMDANI.

Jokowi Hakulyakin Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh hingga 6% di Kuartal III

Andhika Prasetyo • 29 September 2022 11:01
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal ketiga akan berada di kisaran 5,4 persen hingga 6,0 persen. Hal tersebut ia sampaikan di depan para ekonom dan bankir pada acara UOB Economic Outlook 2023 di Hotel Kempinski, Jakarta.
 
"Kemarin di kuartal kedua kita bisa tumbuh 5,44 persen. Kuartal ketiga, perkiraaan saya bisa tumbuh 5,4 persen sampai 6,0 persen," ujar Jokowi, Kamis, 29 September 2022.
 
Proyeksi yang cukup tinggi itu didasarkan pada capaian apik yang ditunjukkan sejumlah indikator penentu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga akhir September, realisasi pendapatan negara sudah mencapai Rp1.764 triliun, atau tumbuh 49 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Baca juga: Surplus APBN Jadi Bumbu Penyedap Lelang Surat Utang Negara

 
Secara rinci, pertumbuhan tersebut ditopang oleh penerimaan pajak sebesar Rp1.171 triliun atau tumbuh 58 persen, penerimaan bea dan cukai sebesar Rp206 triliun atau tumbuh 30,5 persen, dan penerimaan negara bukan pajak yang menyentuh Rp386 triliun atau tumbuh 38,9 persen.
 
"Ini tumbuhnya sangat melompat. Kepada para pembayar pajak, saya ucapkan terima kasih. Artinya, masyarakat masih konsisten dan memiliki kemampuan dalam hal-hal yang tadi saya sampaikan," tutur mantan Wali Kota Surakarta itu.
 
Tidak hanya dari sisi penerimaan negara, hasil positif juga ditunjukkan dari berbagai indikator lain seperti Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang tumbuh dari 123 menjadi 124,7, kredit perbankan yang tumbuh sampai 10,7 persen, serta neraca perdagangan yang mengalami surplus 28 bulan berturut-turut.
 
"Jadi kalau saya disuruh memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga akan tumbuh di atas kuartal kedua. Tapi nanti juga tanyakan Bu Menteri Keuangan, mungkin bisa beda dengan saya. Saya punya kalkulator sendiri. Bu Menkeu punya kalkulator sendiri. Pak Menko Perekonomian juga punya kalkulator sendiri," terangnya.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif