Dirjen Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luki Alfirman. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luki Alfirman. (FOTO: Medcom.id/Ilham Wibowo)

Pemerintah Tawarkan SBN Ritel Tiap Bulan Sepanjang 2019

Ekonomi sukuk surat berharga negara
Ilham wibowo • 01 Maret 2019 15:37
Jakarta: Pemerintah bakal memperluas basis investor lokal lebih besar melalui pendalaman pasar domestik. Frekuensi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jumlahnya telah ditambah pada periode 2019.
 
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luki Alfirman mengatakan pendalaman pasar domestik ini ditujukan untuk individu warga negara yang ingin berinvestasi. Ia optimistis instrumen SBN Ritel yang ditawarkan dapat memenuhi pendanaan sebesar Rp80 triliun.
 
"Kalau tahun sebelumnya setahun kan dua sampai tiga instrumen, 2018 dinaikkan jadi lima, tahun ini ada 10 instrumen," kata Luki Alfirman di Hotel Double Tree, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penawaran investasi dalam mendukung terwujudnya keuangan inklusif nasional ini akan dilakukan sebanyak sepuluh kali setiap bulan sepanjang 2019. Target investor yang dicanangkan diperluas dengan menyasar milenial untuk ikut serta dalam pembiayaan pembangunan berbagai proyek atau kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
 
"Targetnya 10 penerbitan, jadi investor lebih tersebar. Orang nunggu kapan keluar sukuk ritel, sekarang itu selalu ada tiap bulan jadi orang bisa punya pilihan investasi," papar Luki.
 
Penerbitan SBN Ritel ini bakal terdiri dari delapan instrumen yang tidak dapat diperdagangkan (non-tradable), terdiri dari empat Saving Bond Ritel (SBR) dan empat Sukuk Tabungan (ST). Kemudian dua instrumen lainnya dapat diperdagangkan (tradable) yaitu masing-masing satu Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Sukuk Ritel Indonesia (Sukri).
 
Kerja sama dengan 22 mitra distribusi (midis) baik bank BUMN maupun swasta telah ditunjuk pemerintah dalam melayani minat masyarakat memilih investasi. Pemerintah juga turut memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia dalam mendukung pembangunan nasional.
 
"Kita coba menjangkau beberapa kantung atau potensi investor yanh tidak hanya di Jakarta tapi seluruh negeri. Kita jalan dengan beberapa midis ke berbagai kota untuk sosialisasi memasarkan ini," tuturnya.
 
Luki meyakini penerbitan SBN Ritel ini bakal dinanti masyarakat lantaran tingkat imbalan yang menarik. Selain itu, investasi pun dipastikan minim risiko lantaran menjadikan Barang milik negara (BMN) dan proyek APBN 2019 sebagai underlying asset.
 
"Kami lihat kondisi pasarnya seperti apa, kami ada strategi tapi kami tetap lihat kondisi market. Acuannya suku bunga seperti apa, kalau naik ya naik, kalau turun ya turun," pungkasnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif