"Intinya adalah mencoba mengidentifikasi komoditi apa saja yang berpotensi untuk didorong ekspornya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, di Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 20 Desember 2018.
Meski demikian, Darmin enggan bicara lebih jauh mengenai komoditas apa saja yang dibidik pemerintah untuk mendorong ekspor. Saat ini dirinya masih meminta masukan kepada Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan.
"Kita lagi membahasnya, intinya kita tanya Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan usulan mereka apa saja. Tapi terus terang itu belum bisa diumumkan lah, baru dibahas dan masih dibahas di tim teknis lagi ya," ungkapnya.
Dirinya menjelaskan bisa saja pemerintah memberikan insentif bagi komoditas tertentu agar ekspornya meningkat. Namun, Darmin menyebut, rencana pemerintah masih dalam tahap pembahasan awal.
"Bisa insentif, bisa juga kebijakan, macam-macam lah nanti tergantung. Karena kalau bersifat umum saja mungkin malah akan ya ini kan yang berjalan sejauh ini sudah dapat insetif sebenarnya tidak berjalan dengan baik," pungkas dia.
Langkah pemerintah bertujuan untuk memperbaiki kinerja ekspor. Data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai dengan November 2018, neraca perdagangan mencatatkan defisit USD7,5 miliar yang dipicu impor mencapai USD173,32 miliar, sedangkan ekspor hanya USD165,81 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News