Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Ingat! Ini Hari Terakhir Program Pengungkapan Sukarela

Eko Nordiansyah • 30 Juni 2022 09:08
Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menutup Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pada Kamis, 30 Juni 2022, pukul 23.59 WIB. Artinya hari ini merupakan kesempatan terakhir bagi Wajib Pajak (WP) yang ingin ikut PPS.
 
Sebagaimana dalam Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), PPS berlaku selama enam bulan sejak 1 Januari 2022 sampai dengan 30 Juni 2022. Program ini diberikan sebagai kesempatan bagi WP mengungkapkan hartanya secara sukarela.
 
"PPS adalah kesempatan yang diberikan kepada WP untuk mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela melalui pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) berdasarkan pengungkapan harta," tulis keterangan dari DJP.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peserta program PPS merupakan WP Orang Pribadi (OP) dan Badan peserta Tax Amnesty (TA) dengan basis pengungkapan harta per 31 Desember 2015 yang belum diungkapkan saat mengikuti TA. Selain itu, ada WP Orang Pribadi (OP) dengan basis pengungkapan harta perolehan 2016 sampai dengan 2020 yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan 2020.
Baca: Belum Ada Katalis Positif, IHSG Diprediksi Melemah di Akhir Semester I

Manfaat yang diperoleh peserta PPS antara lain, terbebas dari sanksi administratif dan perlindungan data, karena data harta yang diungkapkan tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan pidana, sehingga kepatuhan sukarela meningkat.
 
"PPS diselenggarakan dengan asas kesederhanaan, kepastian hukum, dan kemanfaatan untuk meningkatkan kepatuhan sukarela WP sebelum penegakan hukum dilakukan dengan basis data dari pertukaran data otomatis (AEoI) dan data ILAP yang dimiliki DJP," lanjut keterangan DJP.

Tak akan diperpanjang

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan, jangka waktu mengenai pelaksanaan PPS sudah diatur dalam UU HPP. Artinya tidak akan lagi ada perpanjangan waktu bagi program tersebut sebagaimana diatur dalam UU tersebut hanya berlaku enam bulan.
 
"Program ini tidak diperpanjang karena jangka waktu itu ada di UU, tidak ada diskresi untuk menunda pemberlakuan karena ada di UU dan hanya enam bulan," kata dia dalam video conference, Rabu, 22 Juni 2022.
 
Suryo menambahkan, program serupa juga kemungkinan tidak berulang lagi di masa mendatang. Apalagi setelah pemerintah juga memberikan program tax amnesty pada 2016-2017 lalu, sehingga PPS menjadi kesempatan terakhir bagi wajib pajak.
 
"Mumpung masih ada kesempatan, tinggal sedikit hari lagi ada program yang bagus yaitu pengungkapan sukarela, kita manfaatkan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan tidak ada program serupa selanjutnya. Jadi betul-betul diharapkan program terakhir," pungkas dia.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif