Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO: Kemenko Perekonomian

Airlangga Pede Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Sangat Baik

Despian Nurhidayat • 03 Januari 2022 08:47
Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fundamental perekonomian Indonesia masih dalam kondisi yang baik. Hal ini juga disebabkan oleh penanganan pandemi covid-19 yang sudah dilakukan oleh pemerintah.
 
"Penanganan krisis akibat covid-19 dalam satu tahun sudah bisa recover sehingga ini memberikan sinyal bahwa fundamental ekonomi kita masih sangat baik," ungkapnya, dilansir dari Mediaindonesia.com, Senin, 3 Januari 2022.
 
Hal tersebut juga diakui oleh Bank Dunia, mereka menilai saat ini Indonesia memiliki kebijakan fiskal yang prudent dan juga memiliki kebijakan moneter yang tepat, termasuk reformasi struktural yang dilakukan secara masif sehingga dapat menarik investor.

"Dibandingkan dengan berbagai emerging countries, Indonesia juga stand out karena tiga kebijakan tersebut," lanjut Airlangga.
 
Airlangga menambahkan bahwa kembalinya indeks saham menjadi suatu hal yang sangat positif, apalagi sebagian besar nasabahnya adalah sektor retail atau individual. Artinya pascacovid-19 ini pasar modal secara struktur lebih kuat. Kemudian ditambah lagi Indonesia sudah punya Sovereign Wealth Fund yang diberi modal oleh Pemerintah.
 
"Dan ini yang menjadi buffer bagi capital market ke depan,” ujarnya.
 
Terkait dengan investasi, beberapa hal yang dilakukan pemerintah dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) telah mendorong masuknya investasi lebih dari Rp5.000 triliun.
 
Sementara itu dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terutama di sektor yang pertumbuhannya tinggi selama pandemi, seperti Nongsa Digital Park, termasuk juga di sektor renewable energy, seperti solar farm, juga banyak diminati oleh investor.
 
Terkait dengan kebijakan The Fed, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki buffer untuk menahan karena selama ini tingkat suku bunga di Indonesia relatif delta-nya tinggi. “Jadi kita harus tetap berbasis pada fundamental yang sifatnya regional sentimen,” tegas Airlangga.
 
Sementara itu, adanya Forum G20 di Indonesia diharapkan akan efektif memacu tenaga kerja hingga konsumsi. Airlangga mengatakan forum ini akan memberikan multiplier effect yang besar bagi Indonesia dan mempekerjakan sekitar 33 ribu pekerja di sektor Horeka dan event untuk kegiatan tersebut.
 
“Presidensi G20 Indonesia ini diharapkan domestik impact-nya lebih tinggi dari pertemuan IMF dan World Bank di Bali 2018 lalu,” pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan