Penjualan Mobil. Foto : Medcom.
Penjualan Mobil. Foto : Medcom.

Perpanjangan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor Diharapkan Dongkrak Penjualan dan Produksi

Eko Nordiansyah • 17 September 2021 12:21
Jakarta: Pemerintah kembali memperpanjang diskon pajak atau Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen untuk kendaraan bermotor sampai akhir 2021. Perpanjangan diskon pajak kendaraan ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan sekaligus produksi mobil.
 
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan pemberian diskon pajak mobil sebelumnya telah memberikan dampak positif. Untuk itu, pemerintah melakukan perpanjangan kebijakan ini untuk menambah daya dorong dalam menstimulasi konsumsi masyarakat.
 
"Secara kumulatif Januari-Juli 2021, penjualan mobil ritel telah tumbuh 38,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan geliat yang sangat positif sebagai dampak kebijakan insentif diskon pajak yang telah diberikan," kata dia dalam keterangan resminya, Jumat, 17 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan peningkatan penjualan tersebut, ia menyebut, para produsen kendaraan bermotor pun dapat kembali beroperasi dengan kapasitas yang lebih tinggi. Hal ini terlihat dari produksi mobil secara kumulatif Januari sampai dengan Juli 2021 yang juga mengalami pertumbuhan mencapai 49,4 persen (yoy).
 
Peningkatan produksi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik namun juga ekspor kendaraan Complete Knock Down (CKD) yang tumbuh 169,7 persen pada periode yang sama. Kinerja pertumbuhan PDB sektor industri dan perdagangan alat angkutan juga tumbuh 45,7 persen dan 37,9 persen (yoy) pada kuartal II-2021.
 
"Kebijakan fasilitas diskon PPnBM tidak hanya memiliki dampak yang signifikan kepada sisi permintaan, namun juga kepada sisi produksi. Hal ini sangat krusial mengingat peningkatan sisi produksi juga memiliki dampak positif kepada tingkat penyerapan tenaga kerja," ungkap Febrio.
 
Selain itu, prasyarat pemberian fasilitas diskon PPnBM Kendaraan Bermotor dengan tingkat kandungan produk dalam negeri yang tinggi juga memberikan dampak pengganda (multiplier effect) yang cukup besar kepada sektor pendukungnya, seperti sektor industri barang logam, industri logam dasar, industri karet, dan jasa keuangan.
 
Meskipun industri kendaraan bermotor sudah berangsur pulih, tetapi tingkat produksi pada kuartal II-2021 namun masih belum kembali ke level pra-pandemi. Oleh sebab itu, Febrio menyebut, pemerintah memutuskan agar dukungan insentif diskon PPnBM bagi industri kendaraan bermotor diperpanjang.
 
"Momentum pemulihan sektor otomotif nasional diharapkan terus berlanjut seiring dengan kondisi pandemi yang lebih terkendali dan penguatan ekonomi global yang mendorong permintaan ekspor produk otomotif nasional," pungkasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif