Ekonomi Indonesia. Foto: MI/Galih.
Ekonomi Indonesia. Foto: MI/Galih.

Gaspol di Awal Tahun! Ekonomi Indonesia Q1 2026 Tembus Rekor 5 Tahun Terakhir

Arif Wicaksono • 06 Mei 2026 13:38
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencatat kinerja impresif dengan pertumbuhan sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-
year/yoy). Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut capaian tersebut sebagai tonggak penting dalam pemulihan dan penguatan ekonomi nasional.
 
Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I-2026 Ditopang Belanja Pemerintah dan Momentum Ramadan    

“Kalau kita perhatikan di triwulan I 2026 ini 5,61 persen, itu adalah tumbuhnya paling tinggi,” ujarnya dikutip dari Antara
 
Secara historis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren meningkat. Pada 2021, ekonomi sempat terkontraksi sebesar minus 0,69 persen akibat dampak pandemi. Selanjutnya, pertumbuhan berbalik positif menjadi 5,03 persen pada 2022, naik tipis ke 5,04 persen pada 2023, kemudian mencapai 5,11 persen pada 2024, sebelum sedikit melambat ke 4,87 persen pada 2025.
 
“Dalam periode 2021 hingga 2026, belum pernah ada pertumbuhan triwulan I yang melampaui 5,61 persen,” jelas Amalia.
 
Namun demikian, secara triwulanan (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan triwulan IV 2025.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar 2,94 persen. Peningkatan ini didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat selama periode libur nasional dan hari besar keagamaan seperti Nyepi dan Idul Fitri.

Selain itu, berbagai kebijakan pemerintah turut menjaga daya beli masyarakat, termasuk diskon tiket transportasi, pencairan tunjangan hari raya (THR) atau gaji ke-14, serta stabilnya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di level 4,75 persen.

Komponen investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh solid sebesar 5,96 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh belanja pemerintah pada proyek prioritas nasional serta meningkatnya investasi swasta.

Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatat lonjakan signifikan sebesar 21,81 persen, seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui pembayaran THR, serta belanja barang dan jasa, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kinerja ini menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih ditopang oleh kombinasi kuat antara konsumsi domestik, belanja pemerintah, dan investasi, meskipun tekanan secara musiman tetap terlihat dalam pergerakan triwulanan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan