Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

Defisit Anggaran Masih Tinggi, Rasio Utang di 2021 Meningkat

Ekonomi kementerian keuangan defisit anggaran
Eko Nordiansyah • 17 Juni 2020 12:12
Jakarta: Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan menyebut defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih akan tinggi tahun depan. Hal ini menyebabkan rasio utang pemerintah di 2021 bakal kembali meningkat.
 
Kepala BKF Kemenkeu Febrio Kacaribu mengatakan, kebijakan makro fiskal 2021 dirumuskan sebagai kebijakan yang ekspansif dan konsolidatif. Kondisi ini sebagai konsekuensi atas upaya pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19.
 
"Dengan defisit 3,05 persen sampai 4,01 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara rasio utang akan naik sekitar 33,8 persen sampai 35,88 persen terhadap PDB," kata dia dalam video conference di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, pemerintah berupaya memperkuat pemulihan ekonomi di 2021 sehingga kebutuhan belanja masih akan besar. Terlebih tahun ini saja pemerintah mengalokasikan biaya penanganan covid-19 mencapai Rp695,2 triliun.
 
"Defisit APBN masih relatif tinggi di 2021, dan akan dikurangi secara bertahap ke disiplin defisit APBN sebesar tiga persen, paling lambat pada 2023 sebagaimana diamanatkan dalam UU Keuangan Negara," jelas dia.
 
Tahun depan, tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 yaitu 'Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial', dengan fokus pembangunan pada pemulihan industri, pariwisata, dan investasi, reformasi sistem kesehatan nasional dan jaring pengaman sosial serta reformasi sistem ketahanan bencana.
 
Fokus pembangunan ini diharapkan mampu menghidupkan kembali mesin ekonomi nasional yang sedang berada dalam momentum pertumbuhan. Dengan tetap mempertimbangkan segala risiko dan ketidakpastian yang ada, serta potensi pemulihan ekonomi global dan nasional di 2021.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif