Presiden Joko Widodo. FOTO: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo. FOTO: Biro Pers Sekretariat Presiden

Negara di Dunia Saling Berebut Investasi dan Teknologi Mutakhir, Indonesia Bagaimana?

Antara • 25 Januari 2023 13:33
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan semua negara saat ini berkompetisi untuk memperebutkan investasi dan teknologi mutakhir. Sedangkan Indonesia mempunyai cara tersendiri untuk memaksimalkan perolehan investasi dan membangun teknologi guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di masa mendatang.
 
"Kelihatannya ya, misalnya, ada (negara-negara) G20 ketemu, kelihatannya salaman baik-baik, tapi semua saling berkompetisi," kata Presiden Jokowi, dalam Rakernas Strategi Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana, serta Program Percepatan Penurunan Stunting, di Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 25 Januari 2023.
 
Tak hanya di level global, dalam pertemuan negara-negara penguasa 85 persen ekonomi dunia pada forum G20, kata Presiden Jokowi, negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara juga bersaing ketat untuk memperebutkan investasi dan teknologi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Di ASEAN sendiri kelihatan rangkulan, salam-salaman, tapi berkompetisi. Saling rebut investasi, teknologi, semua negara," kata Presiden Jokowi.

Kunci penting

Karena itu, kata Presiden, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci penting untuk menumbuhkan daya saing bangsa Indonesia agar bisa menarik investasi dan membangun teknologi. "Kuncinya adalah sumber daya manusia yang berkualitas, SDM unggul, SDM yang berkualitas,” ujar Jokowi.
Baca: Perkembangan Terkini Food Estate, Satu Desa Mulai Panen Padi 4,8 Ton/Hektar

Lantaran pentingnya kualitas SDM Indonesia, Presiden meminta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk menjalankan tugas dengan baik dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan dan meningkatkan kualitas keluarga.
 
"Membangun keluarga berkualitas tidak mudah tapi saya meyakini 1,2 juta penyuluh di BKKBN plus pendampingnya mampu melakukan itu. Artinya SDM unggul itu jadi kunci daya saing bangsa,” ujar Presiden Jokowi.
 
Pemerintah Indonesia mengandalkan investasi untuk menjaga tren pemulihan ekonomi pada 2023. Presiden Jokowi telah mencanangkan target investasi pada 2023 mencapai Rp1.400 triliun, atau meningkat dibandingkan dengan 2022 yang sebesar Rp1.200 triliun. Dengan dukungan investasi, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,3 persen pada 2023.
 
"Terkait investasi, ada beberapa hal yang menjadi evaluasi bahwa tahun ini target Rp1.200 triliun, berdasarkan data BKPM itu bisa dicapai. Cuma Bapak Presiden minta tahun depan targetnya Rp1.400 triliun, perlu ada beberapa regulasi yang disempurnakan yaitu tentunya penyempurnaan peraturan pemerintah," tutup Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif