Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Pasar Keuangan Pantau Pergantian Pucuk Pimpinan The Fed

Ekonomi bank indonesia ekonomi amerika the fed ekonomi indonesia kssk
Suci Sedya Utami • 01 November 2017 06:31
medcom.id, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan pasar keuangan dunia memantau pergantian Ketua Federal Reserve yang saat ini dikomandoi Janet Yellen dan akan berakhir awal tahun depan. Adapun perubahan kepemimpinan bisa mempengaruhi pergerakan pasar.
 
Dirinya tidak menampik pergantian pucuk pimpinan bank sentral Amerika Serikat tersebut memberikan dampak bagi stabilitas keuangan di banyak negara, terutama terkait pergerakan mata uang atau kurs.
 
"Kalau kita mengikuti kondisi stabilitas sistem keuangan dunia, itu banyak memang perhatian ke AS, termasuk pembahasan mengenai siapa yang menggantikan Yellen," kata Agus, dalam konferensi pers triwulanan KSSK, di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta Selatan, Selasa malam 31 Oktober 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya mengatakan, publik mencermati nama-nama kandidat yang muncul seperti John Taylor, Jerome Powell, dan Kevin Warsh serta memberikan penilaian atau persepsi pada masing-masing calon sehingga menciptakan sentimen bagi pergerakan kurs.
 
"Kandidat, misalnya, John Taylor dianggap individu yang cenderung melakukan pengetatatan. Powel kelihatannnya lebih selaras kebijakannya dengan yang diambil Yalen. Jadi kondisi itu membawa dampak stabilitas keuangan dunia karena semua memperkirakan bagaimana kalau (ini atau itu) menjadi Ketua the Fed," ujar Agus.
 
Selain itu, lanjut mantan Menteri Keuangan ini, beberapa hal yang juga dicermati pasar keuangan dari AS yakni terkait rencana pemotongan pajak yang disampaikan Presiden Trump dari 35 persen menjadi 20 persen. Lalu rencana kenaikan suku bunga (FFR) yang bisa dilakukan empat kali tahun depan, serta kepastian penurunan neraca keuangan the Fed.
 
"Jadi kalau diikuti memang kondisi itu yang banyak terjadi. Kondisinya berdampak pada nilai tukar seluruh dunia ditandai dengan USD menguat dan dampaknya ke mata uang yang lain (melemah)," pungkas Agus.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif