Entah karena baru pertamakali atau ada masalah teknis, Andrinof menjadi bahan candaan anggota Dewan. "Pak Menteri, waktu masih jadi pengamat suaranya lantang. Kenapa sekarang setelah jadi menteri jadi lemah gemulai," kata salah satu anggota Banggar saat rapat di kompleks Parlemen, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2015).
Tak sampai di situ. Anggota lain menimpali. "Pak Menteri, kami tidak mengerti apa yang Anda sampaikan. Anda seharusnya menjelaskan poin per poin, bukan seperti membaca (buku teks). Kami tak paham," anggota Banggar lainnya menimpali.
Interupsi demi interupsi itu menjadi bahan candaan dalam sidang. Seluruh pengunjung sidang tertawa dan bersorak 'huuuu'. Ini terjadi saat Andrinof memaparkan kerja Kementerian Perencanaan Pembangunan mengenai strategi pembangunan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.
Tahu suasana sidang gaduh, pimpinan sidang, Kepala Badan Anggaran Ahmadi Noor Supit, langsung mengambil kembali komando sidang. "Dimaklumi saja, ini baru rapat pertama, suaranya kecil tidak apa-apa," ucap Ahmadi sambil menahan tawa.
Selain Andrinof, rapat kerja kali ini dihadiri oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News