Ilustrasi aplikasi aset kripto - - Foto: dok AFP
Ilustrasi aplikasi aset kripto - - Foto: dok AFP

Kripto Bangkit Dengar Pernyataan Ketua The Fed

Ekonomi Bitcoin The Fed cryptocurrency Aset Kripto
Husen Miftahudin • 12 Januari 2022 19:28
Jakarta: Analis pasar keuangan Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan Bitcoin, Ethereum, dan kripto lainnya kembali bangkit setelah kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell yang mengisyaratkan penormalan kebijakan.
 
Meskipun demikian, Jerome belum membuat keputusan untuk mengurangi nilai neraca hampir USD9 triliun dan kondusifnya keamanan di Kazakhstan pascakerusuhan berdarah yang terjadi minggu kemarin.
 
"Bangkitnya harga kripto sejalan dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Powell yang masih memperdebatkan pendekatan untuk mengurangi neraca Fed, dan mengatakan kadang-kadang perlu dua hingga empat pertemuan bagi mereka untuk membuat keputusan seperti itu," ujar Ibrahim dalam siaran persnya, Rabu, 12 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Public Relation Manager Litedex Protocol David Saragih mengungkapkan bahwa inflasi yang tinggi dan pemulihan yang kuat akan membutuhkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, setidaknya tiga kali tahun ini, dimulai segera setelah Maret.
 
"Powell menentang komentar hawkish dari orang lain di komite penetapan suku bunga Fed, yang menunjukkan bahwa keputusan pengetatan kuantitatif akan datang dalam dua hingga empat pertemuan berikutnya dengan obligasi diizinkan untuk bergulir secara organik sehingga pelaku pasar kembali masuk pasar, salah satunya kripto," jelas David.
 
Selain itu, kondusifnya kondisi keamanan di Kazakhstan pascakerusuhan di ibu kota ikut menenangkan para investor kripto sehingga investor kembali masuk ke pasar.
 
Sebelumnya pemadaman internet secara nasional di Kazakhstan saat kerusuhan telah melumpuhkan hampir seperlima penambang Bitcoin dunia. Sejumlah besar penambang memang telah bermigrasi ke negara Asia Tengah ini dari Tiongkok pada tahun lalu.
 
"Saat itu mereka harus menghindari kegusaran Beijing setelah suplai energi listriknya banyak disedot oleh industri mata uang digital ini, dan sekarang mereka kembali mendapat susah," terangnya.
 
Ia menambahkan bahwa Bitcoin bergantung pada jaringan komputer yang kompleks yang dikenal sebagai penambang. "Mereka yang bekerja dengan cara menyelesaikan problem-problem matematika untuk mendapatkan setiap Bitcoin tersebut mengkonsumsi sejumlah besar listrik. Tapi, tanpa adanya koneksi internet, seluruh prosesnya itu tak bergerak," tutur David.
 
Dilansir coinmarketcap.com, BNB meroket 9,80 persen dalam semalam ke level USD463,69 per keping.  Namun, dalam sepekan terakhir ini, BNB merosot 9,40 persen. Sementara Polkadot merangkak naik 8,26 persen dalam 24 jam terakhir setelah jatuh 11,97 persen dalam sepekan terakhir. Saat ini, Polkadot dibanderol USD25,66 per keping.
 
Ethereum, kripto dengan kapitalisasi pasar kedua terbesar pun meningkat 5,45 persen menjadi USD3.236 per keping. Ethereum menghijau setelah meradang 14,95 persen dalam sepekan.
 
Selanjutnya, Terra dan XRP tumbuh masing-masing 5,47 persen dan 4,65 persen menjadi USD73,08 per keping dan USD0,7716 per keping. Keduanya sempat meradang pekan lalu.
 
Kemudian, Bitcoin meningkat 2,27 persen menjadi USD42.679 per koin. Mata uang digital dengan kapitalisasi pasar tertinggi ini sudah jatuh 7,68 persen dalam tujuh hari terakhir.
 
"Dalam perdagangan sore ini, Ethereum di platform Litedex Protocol pada pukul 15.00 WIB menguat di harga USD3.222,42 atau naik 2,96 persen dengan volume transaksi sebesar USD15,28 miliar dengan kapitalisasi pasar USD383,42 miliar. Sedangkan untuk perdagangan besok, Ethereum kemungkinan dibuka fluktuatif namun ditutup menguat di kisaran USD3.200,30 hingga USD3.410,50," tutup David.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif