Ilustrasi aset kripto. Foto: AFP/Ina Fasbender.
Ilustrasi aset kripto. Foto: AFP/Ina Fasbender.

Kepala Bappebti: Masa Depan Kripto Indonesia Cerah

Husen Miftahudin • 21 Februari 2022 17:37
Jakarta: Pelaksana tugas (Plt) Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Indrasari Wisnu Wardhana mendukung kemunculan dan perdagangan token kripto dalam negeri. Menurutnya, pengembangan aset kripto lokal merupakan hal yang positif dan harus didukung mengingat masa depan kripto Indonesia cukup cerah.
 
"Bappebti melihat masa depan aset kripto buatan Indonesia cukup cerah. Potensi dan inovasi yang dimiliki anak bangsa serta potensi pasar di Indonesia sangat besar dan terus bertumbuh. Dalam beberapa tahun ini, beberapa aset kripto buatan anak bangsa sudah dipasarkan di beberapa pasar global, dan ada yang sudah terdaftar dalam Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020," ujar Wisnu dalam siaran persnya, Senin, 21 Februari 2022.
 
Meskipun demikian, Wisnu menegaskan semua token harus terdaftar dan disahkan oleh Bappebti. Hal ini dilakukan sebagai upaya negara untuk melindungi pelaku dan konsumen kripto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menekankan hal ini sejalan dengan pernyataan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga di berbagai kesempatan yang mengatakan dengan pengawasan, penilaian, dan evaluasi berkala dari Bappebti diharapkan semua proses dalam industri kripto lebih terjamin keamanannya.
 
"Bappebti telah mengeluarkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Dalam regulasi itu disebutkan syarat aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. Aset kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto," tegas Wisnu.
 
Di sisi lain, Wisnu juga respons polemik mengenai token Asix milik Anang dan Ashanty yang sempat membuat heboh sepekan lalu. Pasalnya di postingan Twitter Bappebti sempat tertulis Token Asix dilarang diperdagangkan di Indonesia. Akibatnya, harga token Asix sempat melorot hingga 50 persen.
 
"Anang dan Ashanty sendiri harus menghadap ke Bappebti untuk meluruskan persoalan tersebut. Belakangan diketahui bahwa ada kesalahpahaman. Bappebti menyatakan untuk bisa diperdagangkan secara resmi di pedagang (exchanger) dalam negeri, semua token harus melalui pendaftaran, penilaian, dan pengesahan oleh Bappebti," tuturnya.
 
Saat ini, sudah ada 229 token kripto yang masuk dalam daftar Bappebti. Ke depan jumlah ini bisa bertambah, termasuk kemungkinan token kripto domestik. Wisnu optimistis banyak developer token kripto Indonesia yang siap meramaikan pasar kripto, baik di dalam maupun luar negeri.
 
"Mereka membangun token kripto dari berbagai basis utilitas mulai dari pertanian hingga seni. Mereka menegaskan komitmennya untuk mematuhi aturan Bappebti termasuk dalam pendaftaran token yang bisa diperdagangkan di Indonesia," tutup Wisnu.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif