Presiden Joko Widodo. FOTO: Kemenkeu
Presiden Joko Widodo. FOTO: Kemenkeu

Jokowi Sebut 3 Fokus Utama Transformasi Digital Global, Apa Saja?

Angga Bratadharma • 17 November 2022 12:31
Jakarta: Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ekonomi digital adalah kunci masa depan perekonomian dunia. Sebagai pilar ketahanan di masa pandemi ekonomi digital mampu menyumbang 15,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global dan membuka peluang masyarakat kecil menjadi bagian dari rantai pasok global.
 
"Sebagai Presidensi G20, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global. Dan di bawah Presidensi Indonesia, digital economy working group sudah mulai berjalan. Tahun ini G20 juga mendorong pengembangan startup potensial melalui digital innovation network," jelas Presiden, dilansir dari keterangan tertulisnya, Kamis, 17 November 2022.
 
Presiden menyampaikan tiga hal yang harus menjadi fokus utama dalam pengembangan transformasi digital. Pertama, kesetaraan akses digital. Presiden menyebut ada 2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung ke internet, termasuk 73 persen penduduk negara kurang berkembang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Infrastruktur digital juga belum merata. Ada 390 juta orang tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel. Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki. G20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua,” kata Presiden.

Baca: Inisiasi Asia Zero Emission Community, Indonesia Jadi Prioritas Pertama Pendanaan USD500 Juta

Fokus kedua adalah literasi digital. Melek digital bukan sekedar sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan. Presiden mengatakan bahwa literasi digital harus menjangkau semua agar dapat berpartisipasi dalam ekonomi masa depan. Untuk itu, Presiden menekankan G20 harus dapat menggerakkan kerja sama penguatan kapasitas digital bagi negara berkembang.
 
Ketiga, lingkungan digital yang aman. Hoax dan perundungan siber dapat memecah persatuan dan mengancam demokrasi. Kebocoran data akibat kejahatan siber berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga USD5 triliun pada 2024.
 
"Untuk itu keamanan digital dan perlindungan privasi harus dijamin. G20 harus mampu membangun kepercayaan sektor digital termasuk melalui tata kelola digital global," ungkap Presiden.
 
Presiden mendorong dan menekankan pentingnya kerja sama untuk memastikan manfaat digital dapat dirasakan secara merata oleh semua. “Saya mengundang kontribusi yang mulia untuk masa depan dunia digital yang aman, yang inklusif, dan yang bermanfaat bagi semua,” kata Presiden.
 
Sebelumnya, Presiden Jokowi kembali mengulangi menyampaikan pesan untuk menghentikan perang. Presiden menyebut banyak hal dipertaruhkan akibat adanya perang. Menurutnya perang hanya akan menyengsarakan rakyat dan pemulihan ekonomi dunia tidak akan terjadi jika situasi tidak membaik.
 
"Sebagai pemimpin kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan situasi global yang kondusif bagi masa depan dunia,” pungkas Presiden.

 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif