Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia ini sesuai prediksi berbagai lembaga internasional. Pada 2022, pemerintah mencanangkan sebagai tahun kunci bagi Indonesia untuk pulih cepat pasca pandemi covid-19.
"Sasaran pertumbuhan ekonomi Indonesia 2022 adalah 5,4 dan enam persen. Tentu ini dengan perhitungan fiskal yang konservatif saya kira mungkin bisa 5,2 sampai 5,8 persen dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi," katanya dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021, Kamis, 29 April 2021.
Dengan pertumbuhan ekonomi ini, pemerintah menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) bisa diturunkan menjadi 5,5 persen hingga 6,2 persen. Target ini lebih rendah dari TPT pada Agustus 2020 yang sebesar 7,07 persen atau naik 1,84 persen dari Agustus tahun sebelumnya.
Selain itu, tingkat kemiskinan juga ditargetkan bisa kembali ke level single digit yaitu antara 8,5 persen sampai sembilan persen di 2022. Target kemiskinan pemerintah ini turun dari 10,19 persen atau 27,55 juta orang penduduk miskin pada September 2020.
Suharso menambahkan rasio gini ditargetkan antara 0,376 sampai 0,378 pada tahun depan atau turun dari 0,385 per September 2020. Indeks pembangunan manusia diharapkan mencapai 73,44 sampai 73,48, dan penurunan emisi gas rumah kaca 26,8 persen sampai 27,1 persen.
Sementara itu, pemerintah menargetkan indikator lainnya yaitu Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 102 sampai 104 dan Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 102 sampai 105. Meski begitu, ia menilai angka ini tidak selalu bisa merepresentasikan kesejahteraan petani dan nelayan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News