Ilustrasi produksi batu bara Bukit Asam - - Foto: dok AFP
Ilustrasi produksi batu bara Bukit Asam - - Foto: dok AFP

Bukit Asam Teken HoA Produksi Karbon Aktif

Ekonomi Emiten batu bara ptba
Annisa ayu artanti • 06 Januari 2021 11:03
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menandatangani Head of Agreement (HoA) dengan produsen dan pemasok karbon aktif Australia yakni Activated Carbon Technologies PTY, LTD (ACT). Kerja sama tersebut sebagai upaya hilirisasi dan peningkatan nilai tambah pertambangan batu bara.
 
Kesepakatan antara PTBA dan Activated Carbon Technologies PTY, Ltd berupa pemanfaatan karbon aktif yang akan diproduksi oleh PTBA. Dalam HoA tersebut, ACT bertindak sebagai calon offtaker karbon aktif yang akan diproduksi dan diolah PTBA di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

 
Direktur Pengembangan Usaha PTBA Fuad IZ Fachroeddin mengatakan pihaknya berencana membangun pabrik di Kawasan Industri Tanjung Enim (BACBIE) untuk memproduksi karbon aktif sebanyak 12 ribu ton per tahun dengan mengolah sebanyak 60 ribu ton batu bara per tahun. Adapun persiapan Front End Engineering Design (FEED) untuk pabrik akan dimulai pada 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini kembali menjadi milestone bagi PTBA dengan penandatanganan HoA bersama Activated Carbon Technologies PTY, LTD yang akan menjadi offtaker 12 ribu ton karbon aktif per tahun. Diharapkan pada tahun 2023, realisasi pengapalan pertama karbon aktif dari Tanjung Enim ke pelabuhan di Australia dapat terwujud," kata Fuad dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 6 Januari 2021.
 
Ia menjelaskan karbon aktif adalah salah satu upaya hilirisasi di mana batu bara diolah dan mengalami proses aktivasi sehingga menjadi material yang di dalamnya terdapat banyak pori-pori yang berfungsi menyerap zat lain di sekitarnya.
 
Karbon aktif dapat dimanfaatkan untuk proses penjernihan dan pemurnian air, pemurnian gas dan udara, filter industri makanan, penghilang warna untuk industri gula dan MSG, hingga penggunaan di bidang farmasi sebagai penetral limbah obat-obatan agar tidak membahayakan lingkungan.
 
CEO dan Founder ACT Peter Cullum melihat adanya pertumbuhan permintaan karbon aktif yang terus bertambah dan bisa dioptimalkan untuk merambah pasar dunia.

 
"Kami melihat adanya kesempatan yang sangat baik dan kemungkinan besar kesuksesan yang lebih besar dari kerja sama ini," pungkas Peter.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif