BEI. Foto: MI.
BEI. Foto: MI.

BEI Libatkan Akademisi hingga Investor Asing untuk Komite HSC

Arif Wicaksono • 26 Oktober 2026 13:44
Ringkasnya gini..
  • PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas komposisi Komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan anggota.
  • Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, komposisi baru tersebut diharapkan meningkatkan kualitas tata kelola dan transparansi dalam penetapan saham yang masuk maupun keluar dari daftar HSC.
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas komposisi Komite High Shareholding Concentration (HSC) menjadi sembilan anggota. Langkah ini dilakukan dengan melibatkan unsur independen dari luar organisasi, mulai dari pelaku industri pasar modal, ahli tata kelola, akademisi, hingga perwakilan investor asing.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, komposisi baru tersebut diharapkan meningkatkan kualitas tata kelola dan transparansi dalam penetapan saham yang masuk maupun keluar dari daftar HSC.
 
Sebelumnya, keanggotaan komite hanya berasal dari Self-Regulatory Organization (SRO). Kini, empat anggota berasal dari SRO, sedangkan lima lainnya merupakan perwakilan eksternal yang independen.

“Dari nama-nama yang sudah memberikan konfirmasi, saat ini anggota komite kami perluas menjadi sembilan orang. Direksi SRO hanya empat, limanya adalah dari pihak eksternal yang independen,” ujar Jeffrey dikutip dari Metrotvnews.com. 

Dari unsur SRO, komite terdiri atas dua direksi BEI, satu direksi PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan satu direksi PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sementara itu, unsur eksternal diisi oleh sejumlah pihak dengan latar belakang industri, tata kelola, pendidikan, dan investasi. Keterlibatan mereka diharapkan menghadirkan perspektif yang lebih beragam dalam pembahasan kebijakan HSC.

Dari kalangan industri pasar modal, terdapat Direktur Utama Mandiri Sekuritas Alex Widi dan Direktur Utama UBS Sekuritas Joshua Arief Tanja.

BEI juga melibatkan Ketua Umum Dewan Pengurus Komite Nasional Kebijakan Governansi untuk mendukung penerapan prinsip tata kelola yang baik dalam kerja komite.

Selain itu, Prof. Dr. Mardiasmo turut diundang sebagai anggota. Adapun unsur akademisi diwakili oleh Prof. Dr. Eduardus Tandelilin.

Perwakilan investor asing dalam komite tersebut adalah F. Chapman Taylor dari Capital Group, perusahaan pengelola investasi portofolio yang memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun.

Perluas Perspektif Pengambilan Keputusan

Jeffrey menuturkan, komposisi baru Komite HSC membuka ruang bagi keterlibatan lebih banyak pihak independen dalam proses pengambilan keputusan. Dengan demikian, penilaian terhadap saham yang masuk atau keluar dari daftar HSC diharapkan dapat dilakukan dengan pertimbangan yang lebih komprehensif.

Menurut dia, komite juga memiliki fleksibilitas untuk menambah anggota atau menghadirkan narasumber independen dalam rapat apabila dibutuhkan.

“Anggota komite HSC yang selama ini hanya terdiri dari SRO akan diperluas tidak hanya SRO, tetapi akan melibatkan pihak independen dari pelaku maupun akademisi dan perwakilan investor,” kata Jeffrey.

Ia menambahkan, masukan dari berbagai latar belakang dapat memperkaya diskusi komite, terutama dalam menyusun dan mengevaluasi metodologi yang digunakan untuk menentukan saham dalam daftar HSC.

Berdasarkan data yang diterbitkan BEI, terdapat 88 saham yang tercatat dalam daftar HSC sepanjang periode yang mencakup April hingga Oktober 2026, termasuk emiten yang status HSC-nya telah dicabut.

Dari total tersebut, sebanyak tiga emiten telah keluar dari daftar HSC, sedangkan 85 emiten lainnya masih tercatat dalam daftar tersebut.

Perluasan keanggotaan komite menjadi salah satu langkah BEI dalam memperkuat proses penetapan status HSC, dengan melibatkan unsur internal dan eksternal dalam mekanisme pengambilan keputusan.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan