Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria. FOTO: MI/BARY FATHAHILAH

Turun 3,3%, Maybank Indonesia Bukukan Laba Rp1,06 Triliun di Kuartal III

Angga Bratadharma • 01 November 2021 07:05
Jakarta: PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali atau Profit After Tax and Minority Interest (PATAMI) sebesar Rp1,06 triliun di kuartal III-2021. Pencapaian tersebut turun 3,3 persen ketimbang periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp1,10 triliun.
 
Penurunan laba bersih itu disebabkan oleh adanya penyesuaian perhitungan pajak tangguhan. Sedangkan laba sebelum pajak (PBT) sebesar Rp1,48 triliun di kuartal III-2021 atau naik 2,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp1,45 triliun. Hal tersebut didukung oleh penurunan biaya provisi, biaya dana (cost of funds), dan overhead.
 
Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan roda perekonomian di kuartal ketiga 2021 mulai bergairah kembali. Hal ini dapat dilihat dari tingkat optimisme di tengah masyarakat seiring menurunnya kasus positif covid-19, dan pelonggaran level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah di Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Didukung berbagai program stimulus dan agenda vaksinasi pemerintah, kami percaya, pemulihan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan kepercayaan pasar yang akan berdampak pada pemulihan ekonomi nasional," kata Taswin, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 1 November 2021.
 
Net Interest Income (NII), atau Pendapatan Bunga Bersih turun 4,7 persen menjadi Rp5,35 triliun pada sembilan bulan pertama 2021, disebabkan pertumbuhan kredit yang lebih rendah dan tren yield kredit (loan yield) yang menurun, sejalan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia dan restrukturisasi kredit nasabah yang sedang berlangsung akibat pandemi.
 
Namun demikian, Net Interest Margin (NIM), atau Marjin Bunga Bersih naik enam basis poin menjadi 4,8 persen pada September 2021, didukung oleh turunnya biaya dana. Fee-based income turun 14,8 persen pada September 2021, disebabkan menurunnya pendapatan fee transaksi global market.
 
Namun fee terkait bancassurance bertumbuh 43,2 persen menjadi Rp152 miliar pada September 2021. Secara kuartalan, pendapatan fee naik 4,8 persen menjadi Rp522 miliar per September 2021 dari Rp498 miliar di kuartal sebelumnya.
 
"Meskipun perekonomian berangsur pulih, kami akan tetap disiplin dalam mengelola pertumbuhan bisnis dan senantiasa menerapkan manajemen risiko yang konservatif di tengah kondisi yang menantang. Di sisi lain, kami akan terus berinovasi dalam menyediakan berbagai produk dan solusi keuangan yang relevan bagi nasabah," pungkasnya.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif