Ilustrasi mata uang yuan Tiongkok. Foto: AFP.
Ilustrasi mata uang yuan Tiongkok. Foto: AFP.

Penggunaan Mata Uang Lokal karena Volume Dagang RI-Tiongkok Tinggi

Ekonomi neraca perdagangan indonesia Kementerian Perdagangan indonesia-tiongkok Mata Uang
Antara • 05 Agustus 2021 19:44
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan besarnya volume perdagangan Indonesia-Tiongkok menjadi salah satu alasan bagi pemerintah Indonesia untuk menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan dan investasi dengan Tiongkok.
 
"Sejak lima sampai 10 tahun terakhir volume perdagangan kita dengan Tiongkok terus mengalami peningkatan, baik dari sisi ekspor maupun impor," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan Kasan, dalam diskusi daring BPPP Kemendang, dilansir dari Antara, Kamis, 5 Agustus 2021.
 
Kasan menyampaikan bahwa Tiongkok adalah pangsa pasar ekspor terbesar Indonesia dengan persentase melebihi 20 persen dari total ekspor secara keseluruhan. Tiongkok juga menjadi negara yang sering mengimpor kebutuhan bahan baku untuk industri yang ada di Indonesia. Bahkan pada 2020 nilai transaksi ekspor dan impor Indonesia dengan Tiongkok tercatat meningkat cukup besar yakni USD71,4 miliar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Meskipun tahun lalu kita masih tetap mengalami defisit, saya kira itu sudah tinggal setengahnya dari defisit yang terjadi 2019 sebelum adanya covid-19," ujarnya.
 
Catatan Kemendag, pada 2019 defisit dengan Tiongkok hampir USD17 miliar dan defisit 2020 menyusut menjadi USD7,8 miliar. Tak hanya itu, pada semester satu 2021, transaksi ekspor dan impor Indonesia dengan Tiongkok mendekati USD50 miliar.
 
"Artinya ini sudah naik dibandingkan dengan 2020. Saya kira beberapa catatan lain adalah adanya investasi dari Tiongkok ke Indonesia menjadi salah satu catatan penting dari adanya LCS," jelasnya.
 
Adapun Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Donny Hutabarat mengumumkan telah resmi menandatangani kesepakatan dengan Tiongkok untuk menggunakan mata uang lokal atau LCS dalam transaksi perdagangan maupun investasi.
 
Namun, LCS dengan Tiongkok ini belum secara resmi diimplementasikan karena masih menunggu pemenuhan beberapa persyaratan oleh bank-bank ACCD yang ditunjuk. Transaksi LCS dengan Tiongkok yang akan segera diimplementasikan, di antaranya adalah underlying berupa current account dan investasi langsung.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif