Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Asosiasi UMKM: Holding UMi Jadi Solusi Keuangan untuk Pelaku Usaha Ultra Mikro

Ekonomi Pegadaian bri UMKM Permodalan Nasional Madani UMKM Indonesia Holding BUMN Ultra Mikro
Annisa ayu artanti • 22 September 2021 11:51
Jakarta: Kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM dinilai sebagai bukti memperkuat ekosistem usaha ultra mikro.
 
Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) M Ikhsan Ingratubun mengatakan langkah strategis Kementerian BUMN tersebut menjadi solusi keuangan pelaku usaha ultra mikro di masa pemulihan ekonomi di masa pandemi.
 
Melalui Holding UMi masyarakat kecil dapat dengan mudah mengakses jasa layanan keuangan sehingga layanan keuangan yang diperoleh lebih variatif, murah, cepat, dan efisien.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Memang penggabungan menjadi sempurna. Ini bisa memberi opsi solusi keuangan yang lebih bervariasi. Pelaku usaha khususnya di agrikultur pun itu masih banyak sekali yang masih terjebak rente dan sistem ijon. Kalau ini bisa diatasi maka upaya pengendalian harga pangan bisa lebih baik," katanya, dikutip dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 September 2021.
 
Ikhsan menjelaskan, saat ini optimisme masyarakat kembali meningkat lantaran pemerintah banyak memberikan stimulus untuk mendongkrak ekonomi, ditambah vaksinasi yang lebih gencar dilakukan untuk menekan dampak lebih buruk dari pandemi.
 
Hal itu, kata dia, membuat pelaku UMKM merasa cukup leluasa untuk kembali berusaha terlebih pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk melakukan digitalisasi pada usahanya.
 
"Memang perlu diakui masih belum banyak yang beradaptasi dengan digital. Dengan relaksasi mobilitas, tentunya optimisme sudah mulai kembali. Kami harap Holding UMi juga bisa lebih cepat menjawab kebutuhan modal kerja," imbuhnya.
 
Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi Setia P Lenggono menambahkan, holding UMi diharapkan mampu mendongkrak kinerja perekonomian rakyat melalui UMKM yang notabene jumlahnya paling besar dari total usaha di Indonesia.
 
Kehadiran holding tersebut diharapkan mampu mendorong penyaluran kredit yang lebih besar terhadap sektor UMKM dan menciptakan iklim usaha yang lebih positif terhadap pelaku usaha di segmen tersebut. Saat ini rasio kredit perbankan untuk sektor UMKM tak lebih dari 20 persen.
 
"Padahal UMKM saat ini UMKM porsinya paling besar," ucap Lenggono.
 
Berdasarkan, data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan pada 2019 dari 65 juta usaha mikro atau 98,67 persen dari total usaha di Indonesia, 46 juta di antaranya membutuhkan pendanaan. Hanya sekitar 20 juta usaha ultra-mikro yang memperoleh akses pendanaan dari sumber formal seperti bank, BPR, perusahaan gadai, koperasi, dan lembaga keuangan lainnya.
 
Sedangkan sekitar 12 juta usaha ultra mikro baru mendapat akses pendanaan dari sumber informal, seperti keluarga, kerabat, dan lembaga lainnya. Masih terdapat pula sekitar 14 juta usaha ultra mikro yang belum memiliki akses pendanaan sama sekali baik dari sumber formal maupun informal.
 
Dengan jumlah unit usaha yang besar itu, bisnis segmen mikro dan UMi di dalamnya mampu menyerap hingga 109,84 juta tenaga kerja di Tanah Air atau menyedot 89,04 persen dari total pekerja secara nasional. Sementara sumbangsihnya terhadap PDB sekitar 37,35 persen.
 
"Diharapkan dengan holding iklim usahanya bisa lebih baik dan ini bukti langsung keberpihakan pemerintah," pungkas Lenggono.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif