Ilustrasi. Foto: dok.MI
Ilustrasi. Foto: dok.MI

Rupiah Bakal Melemah dengan Munculnya Varian Baru Covid-19

Ekonomi Kurs Rupiah pandemi covid-19 Varian Baru Covid-19 UOB Economic Outlook 2022
Annisa ayu artanti • 15 September 2021 12:08
Jakarta: Ekonom PT Bank UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja memprediksi nilai tukar rupiah akan terdepresiasi seiring dengan munculnya varian-varian baru covid-19.
 
Hingga akhir tahun ini diperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berkisar Rp14.650 per USD sampai Rp14.850 per USD.
 
"Seiring dengan volatilitas yang masih ada dan faktor risiko selain tapering, ada mutasi dari varian-varian baru kemungkinan ini menyebabkan nilai tukar rupiah kita akan terus menuju ke arah yang lebih lemah," katanya dalam UOB Economic Outlook 2022, Rabu, 15 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak hanya itu, Enrico juga mengatakan, nilai rupiah tahun depan akan terus melanjutkan pelemahannya seiring dengan kembali meningkatnya impor Indonesia dan pemulihan ekonomi nasional.
 
"Seiring dengan pemulihan ekonomi maka sangat mungkin gradual depreciation ini mencapai Rp15 ribu per USD di tahun depan," sebutnya.
 
Kendati demikian, Enrico juga menyampaikan meski akan terdepresiasi nilai tukar rupiah diramal masih akan terjaga dengan baik dengan aliran dana asing yang masuk.
 
Selain itu, lanjut Enrico, rupiah juga akan terjaga dengan adanya reformasi yang telah dilakukan pemerintah seperti Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja serta Sovereign Wealth Fund (SWF) yang akan menekan pelemahan rupiah.
 
"Kami percaya nett FDI atau investasi real di Indonesia ini akan masuk untuk menutup adanya current account deficit yang akan melebar perlahan namun pasti ke depannya," pungkasnya.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif