Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu dengan 3D. Foto: Bank Indonesia
Cara Membedakan Uang Asli dan Palsu dengan 3D. Foto: Bank Indonesia

Awas Ketipu! Ini 3 Cara Mudah Membedakan Rupiah Asli dan Palsu

Annisa ayu artanti • 03 November 2026 10:56
Ringkasnya gini..
  • Kasus peredaran uang palsu senilai Rp20 juta di Jakarta Barat menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada.
  • Bank Indonesia mengedukasi masyarakat untuk mengecek keaslian uang melalui metode Dilihat, Diraba, dan Diterawang (3D).
  • Ada sejumlah ciri fisik pada uang rupiah asli yang bisa diperiksa secara langsung.
Jakarta: Menerima uang tunai saat bertransaksi mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun, bagaimana jika uang yang diterima ternyata palsu? Bukan hanya merugikan secara materi, uang palsu juga bisa membuat seseorang terseret masalah hukum jika tidak berhati-hati dalam mengedarkannya.

Kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu kembali menjadi perhatian setelah seorang pria berinisial NA (31) diduga mengedarkan uang palsu senilai Rp20 juta untuk membeli etomidate atau pod di kawasan Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

Mengutip Media Indonesia pada Selasa, 3 November 2026, Polres Jakarta Barat mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut. Salah satunya uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan total nilai mencapai Rp20 juta.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa uang palsu bisa saja ditemukan dalam aktivitas transaksi sehari-hari. Karena itu, masyarakat perlu mengetahui ciri-ciri uang rupiah asli agar tidak mudah tertipu.

Bank Indonesia (BI) sendiri telah memberikan panduan sederhana untuk memeriksa keaslian uang rupiah melalui metode 3D, yaitu Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Berikut cara menerapkannya.
 


1. Dilihat, Perhatikan Warna dan Benang Pengaman


Langkah pertama untuk mengenali uang asli adalah dengan memperhatikan tampilan fisiknya. Uang rupiah asli memiliki warna yang terlihat terang, jelas, dan tidak kusam, baik pada bagian depan maupun belakang.

Selain itu, perhatikan keberadaan benang pengaman yang tertanam pada uang. Khusus uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu, benang pengaman tersebut dapat berubah warna dari ungu menjadi hijau ketika dilihat dari sudut pandang tertentu.

Perubahan warna ini menjadi salah satu ciri yang bisa diperiksa untuk membantu memastikan keaslian uang. Jadi, jangan hanya berpatokan pada kemiripan warna atau gambar saat menerima uang tunai.


2. Diraba, Tekstur Kasar di Beberapa Bagian


Langkah kedua adalah meraba permukaan uang. Uang rupiah asli memiliki hasil cetakan yang terasa kasar pada beberapa bagian tertentu.

Pada sisi depan, tekstur kasar dapat ditemukan pada gambar Burung Garuda, tulisan NKRI, angka nominal di bagian kiri atas, dan gambar tokoh pahlawan. Sementara itu, pada bagian belakang, tekstur serupa bisa dirasakan pada objek budaya dan angka nominal di kanan bawah.

Uang asli juga dilengkapi Kode Tuna Netra atau Blind Code. Fitur ini berupa pasangan garis di sisi kanan dan kiri uang yang dapat dikenali melalui sentuhan atau diraba secara langsung.
 

3. Diterawang, untuk Memastikan Keaslian Uang


Selanjutnya, lakukan pemeriksaan dengan menerawang uang ke arah cahaya. Pada uang rupiah asli, akan terlihat tanda air atau watermark berupa gambar pahlawan dan ornamen tertentu sesuai pecahannya. 

Fitur tersebut menjadi salah satu tanda pengaman yang dapat membantu masyarakat mengenali uang asli.

Dengan memahami ketiga langkah tersebut, masyarakat bisa lebih teliti sebelum menerima uang dalam transaksi sehari-hari. Jangan terburu-buru memasukkan uang ke dompet, terutama jika menemukan ciri fisik yang mencurigakan. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan