Mata uang rupiah. Foto : MI.
Mata uang rupiah. Foto : MI.

Pembukaan Pagi, Rupiah Berhasil Berhasil 'Gebuk' Dolar AS

Arif Wicaksono • 06 Agustus 2024 10:16
Jakarta: Laju mata uang rupiah menguat pada pembukaan perdagangan hari ini. Rupiah berhasil menang terhadap mata uang Amerika Serikat (AS) yang tertekan tingginya data-data pengangguran dan lemahnya lapangan kerja lapangan kerja.
 
baca juga:  Rupiah Unjuk Gigi saat Dolar AS Loyo

Bloomberg mencatat laju rupiah dibuka naik 6,50 bps ke level Rp16.182 per USD pada pembukaan Selasa, 6 Agustus 2024. Sementara itu Yahoo Finance, melansir rupiah menguat ke Rp16.174 per USD atau naik 0,03 persen.
 
Sementara itu dolar AS merosot ke level terendah hampir tujuh bulan terhadap sekeranjang mata uang utama Senin, dan merosot tajam terhadap euro dan yen Jepang. Hal ini karena serangkaian data ekonomi minggu lalu meningkatkan prospek penurunan ekonomi AS dan pemangkasan suku bunga yang lebih besar dari Federal Reserve (The Fed).
 
Indeks dolar, yang melacak mata uang AS terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, turun 0,7 persen menjadi 102,39, setelah merosot hingga level terendah 102,15, level terlemahnya sejak 12 Januari. Imbal hasil Treasury AS turun lebih jauh, indeks saham di zona merah, bitcoin anjlok, dan dolar melemah pada perdagangan Senin, 5 Agustus 2024.

Data pekerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan, bersama dengan laporan laba yang mengecewakan dari perusahaan teknologi besar memicu melemahnya mata uang Paman Sam.
 
"Laporan NFP Jumat sedikit mengejutkan sistem global dan pasar sangat khawatir AS mungkin tidak lagi menjadi pendorong pertumbuhan global yang layak," kata dia Pedagang Valas di Monex USA di Washington Helen Given dikutip dari Yahoo Finance, Selasa, 6 Agustus 2024.

Perkiraan penurunan suku bunga The Fed

Menurut CME FedWatch, kontrak berjangka dana Fed mencerminkan para pedagang memperkirakan peluang hampir 100 persen penurunan suku bunga dari penurunan 50 basis poin pada pertemuan bank sentral September.
 
Data LSEG menunjukkan kontrak berjangka menyiratkan penurunan suku bunga The Fed sebesar 127 basis poin tahun ini.
 
Sementara itu, franc Swiss, mata uang pendanaan perdagangan carry populer lainnya, naik sekitar satu persen menjadi 0,8499 terhadap dolar. Franc, tempat berlindung yang aman secara tradisional, juga diperdagangkan pada level tertinggi dalam tujuh bulan.
 
Dalam mata uang kripto, bitcoin dan ether anjlok pada perdagangan Senin ke level terendah dalam beberapa bulan karena investor bergegas keluar dari aset berisiko. Bitcoin turun 14 persen menjadi USD54.078, menuju penurunan satu hari terbesar sejak November 2022. Ether turun hingga 21 persen ke level terendah sejak Januari.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan