Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Ramdani.

Pernyataan Bos The Fed Bikin Rupiah Nyungsep

Antara • 15 April 2021 11:15
Jakarta: Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi melemah, menyusul pernyataan Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell yang cenderung longgar atau dovish.
 
Pada pukul 09.56 WIB, rupiah melemah 16 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.619 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.603 per USD.
 
"Pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell semalam menegaskan bahwa sangat tidak mungkin menaikkan suku bunga sebelum 2022 dan pembelian obligasi bulanan masih akan tetap stabil sampai ekonomi mencapai tujuannya," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya, dilansir dari Antara, Kamis, 15 April 2021.

Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 1,63 persen setelah Powell mengatakan bank sentral AS tersebut akan mengurangi pembelian obligasi sebelum menaikkan suku bunga. Indeks dolar berada di level 91,67, turun dibandingkan posisi penutupan sebelumnya 91,69.
 
Selanjutnya pada hari ini investor akan menantikan sejumlah data ekonomi penting dari AS seperti core retail sales, retail sales, Philadelphia Fed Manufacturing Index, unemployment claims, serta Empire State Manufacturing Index yang dirilis bersamaan pukul 19.30 WIB, serta data Industrial Production AS pukul 20.15 WIB.
 
"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.590 per USD hingga Rp14.635 per USD," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi.
 
Pada Rabu, 14 April 2021 lalu, rupiah ditutup menguat tipis dua poin atau 0,02 persen ke posisi Rp14.603 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.605 per USD.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AHL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan