Ilustrasi. Foto: dok BTN.
Ilustrasi. Foto: dok BTN.

Genjot DPK, BTN Bidik Pelaku Usaha

Ade Hapsari Lestarini • 31 Maret 2022 06:03
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) terus meningkatkan Dana Pihak Ketiga (DPK) memasuki triwulan II-2022, khususnya dari nasabah ritel. Kali ini, BTN menyasar segmen pelaku usaha melalui Tabungan BTN Bisnis untuk memfasilitasi kebutuhan finansial para pelaku usaha.
 
"Tabungan BTN Bisnis menjadi salah satu solusi bagi para pelaku usaha yang mempermudah transaksi bisnisnya karena memiliki beragam fitur pendukung di antaranya limitasi transaksi yang tinggi untuk transfer, detail deskripsi transaksi tabungan dan yang istimewa tahun ini kami memberikan bebas biaya transfer," kata Wakil Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu, Rabu, 30 Maret 2022.
 
Terkait limit transaksi, pemegang tabungan BTN Bisnis berbeda dengan tabungan regular, misalnya transaksi melalui mobile banking nilai transfer maksimal antarrekening BTN dapat mencapai Rp100 juta per transaksi. Selain itu untuk transfer rekening berbeda bank, dapat mencapai Rp50 juta per transaksi. Sementara transaksi di merchant yang memakai Electronic Data Capture (EDC) BTN bisa mencapai Rp100 juta, begitu pula untuk transaksi pembayaran di ATM.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sesuai namanya, tabungan BTN Bisnis diklaim Nixon akan memudahkan pelaku usaha. Misalnya detail transaksi akan memudahkan pemantauan,dan pencatatan pembukuan transaksi, selain itu BTN juga mengirimkan e-statement tiap bulan, serta opsi untuk menggunakan mesin EDC dan QRIS dari BTN agar transaksi lebih lancar.
 
Nixon menilai tabungan BTN Bisnis akan mendapatkan sambutan baik di masyarakat. Tahun ini, Nixon menargetkan Number Of Account atau jumlah rekening yang tercatat mencapai sekitar 40 ribu rekening. Untuk mengejar target tersebut, Nixon menjelaskan kemudahan syarat membuka tabungan BTN.
 
"Intinya adalah calon nasabah adalah pelaku usaha, bisa online maupun offline, tidak perlu akta pendirian usaha atau semacamnya yang utama adalah Anda menjalankan usaha," kata Nixon.
 
Untuk membuka rekening, calon nasabah cukup menyetorkan dana minimal Rp1 juta dan nasabah dapat memilih nomer rekening yang diinginkan tanpa dikenakan biaya. Selama periode Maret-Desember 2022, perseroan mengenakan biaya administrasi Rp0.
 
Selain itu, perseroan juga menawarkan solusi finansial lain seperti pinjaman Kredit Usaha Rakyat atau KUR dengan nilai pinjaman hingga Rp500 juta. Adapun syarat pengajuan KUR sesuai dengan prosedur pengajuan KUR biasa. "Kami ingin mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi lebih produktif dan ekspansif dalam menjalani bisnisnya dengan solusi finansial yang BTN sediakan," ujar Nixon.
 
Nixon menarget nilai tabungan BTN Bisnis hingga akhir tahun dapat menyentuh kisaran Rp4 triliun-Rp7 triliun. Tabungan BTN Bisnis akan menjadi salah satu andalan Bank BTN dalam mengejar target pertumbuhan DPK tahun ini yang dipatok tumbuh 9-11 persen, dengan pertumbuhan yang didominasi dana murah.
 
Dengan penambahan variasi produk tabungan, Nixon menegaskan hal tersebut merupakan bagian dari langkah perseroan untuk menjadikan BTN kembali menjadi bank tempat menabung seperti saat awal didirikan. "Ke depan kami terus mengembangkan produk tabungan BTN baik yang baru maupun yang existing dengan modifikasi dan fitur yang lebih menarik dan lebih tepat bagi segmen yang kami bidik," tutup Nixon.

 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif