Pada pagi ini IHSG dibuka melemah 29,05 poin atau 0,47 persen ke level 6.118,81. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 turun 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 607,77.
Tekanan terhadap pasar saham terjadi setelah IHSG pada perdagangan Senin, 28 September 2026, ditutup melemah 1,51 persen ke level 6.147,86.
Tekanan dipicu kenaikan yield US Treasury, penguatan dolar AS, serta ketidakpastian geopolitik yang mendorong harga energi tetap tinggi.
Batas Harga Minimum Saham BEI Turun Jadi Rp1
Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, fokus sentimen hari ini tertuju pada fase adaptasi terhadap kebijakan BEI yang menurunkan batas harga minimum saham menjadi Rp1.
"Perubahan ini berpotensi meningkatkan volatilitas, khususnya pada saham berharga rendah, seiring penyesuaian rentang harga dan mekanisme auto rejection," kata tim riset.
Sementara itu, dari eksternal, tekanan masih berasal dari ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish, penguatan DXY di atas 101, serta kenaikan harga minyak akibat ketegangan AS–Iran yang memperbesar risiko inflasi global.
Secara teknikal, lanjut tim riset, IHSG berpotensi melanjutkan koreksi setelah menembus neckline pola Head and Shoulders di 6.375.
MACD masih menunjukkan bearish momentum, dengan support terdekat di 6.110, diikuti 6.030. Sementara itu, resistance berada di 6.185, kemudian area 6.230–6.270.
"Pergerakan selanjutnya akan mencermati kemampuan indeks bertahan di area support serta perkembangan volatilitas selama fase adaptasi kebijakan BEI," tutur tim riset.