Berdasarkan data perdagangan yang dipantau pada Senin 28 September 2026 pukul 09.35 WIB, IHSG melemah 37,48 poin atau 0,60% ke level 6.204,41.
Tekanan lebih besar terlihat di bursa saham Tiongkok. Indeks Shanghai Composite (SSEC) tercatat anjlok 67,90 poin atau 1,75% ke posisi 3.820,47.
Baca juga: Pasar Saham Dibuka Menguat, Tapi IHSG Masih Dibayangi Sentimen Global |
Pelemahan juga terjadi di Vietnam. Indeks VNI turun 0,64% ke level 1.773,69. Sementara itu, indeks PSEi Composite Filipina terkoreksi 0,40% ke posisi 5.802,83.
Bursa Jepang dan Malaysia juga bergerak tipis di zona merah. Nikkei 225 turun 0,02% ke level 66.354,00, sedangkan indeks KLCI Malaysia melemah 0,02% ke posisi 1.671,30.
Sejumlah Bursa Asia Masih Menguat
Di tengah tekanan di sejumlah pasar saham kawasan, beberapa indeks justru masih mencatat penguatan.Indeks Hang Seng Hong Kong naik 94,91 poin atau 0,39% ke level 24.605,00. Penguatan juga terjadi pada indeks SET Thailand yang naik 0,32% ke posisi 1.607,63.
Sementara itu, instrumen SPDR Straits Times (STTF) di Singapura tercatat menguat 0,47% ke level 5,83.
Pergerakan bursa Asia pagi ini menunjukkan kondisi yang masih beragam. Investor mencermati perkembangan pasar regional, termasuk pergerakan bursa saham Tiongkok dan nilai tukar yang turut memengaruhi sentimen perdagangan.
Pergerakan tersebut mencerminkan perdagangan yang masih bervariasi di kawasan Asia pada awal pekan, dengan tekanan paling besar terlihat pada indeks Shanghai Composite.
Tekanan Foreign Net Sell
Kepala Ekonom Mirae Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menuturkan IHSG turun 0,90% ke 6.242 pada Jumat, membawa pelemahan mingguan menjadi 3,09%. Foreign net sell mencapai Rp440 miliar pada Jumat dan terakumulasi Rp3,50 triliun di pasar reguler sepanjang pekan.Outflow terkonsentrasi pada liquid large caps, terutama BMRI, BBRI, TLKM, ANTM, dan BBCA, sementara foreign buying terlihat pada beberapa saham seperti MDKA dan TAPG.
Tekanan eksternal tetap tinggi, dengan UST10Y bertahan di 5,17%, mendekati area 5,2% dalam downside scenario kami. September payrolls Jumat akan menjadi ujian penting bagi ekspektasi terminal Fed rate kami di 4,25%; data tenaga kerja yang tetap kuat dapat mendorong pasar memperhitungkan siklus kenaikan yang lebih panjang.