Ilustrasi BNI. Foto: MI
Ilustrasi BNI. Foto: MI

BNI Beberkan Strategi Capai Laba di Masa Depan

Annisa ayu artanti • 13 September 2022 16:53
Jakarta: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) membeberkan tiga strategi yang akan dilakukan perseroan untuk memastikan pertumbuhan kinerja. Asal tahu saja, BNI mencatat pertumbuhan laba pada semester pertama tahun senilai Rp8,8 triliun, meningkat 75 persen secara tahunan (year on year/YoY) .
 
Atas capaian kinerja yang sangat baik itu, saham perseroan semakin mendapat apresiasi yang positif dari investor di tengah meningkatnya inflow dana asing ke pasar saham nasional.
 
Direktur Finance BNI Novita Widya Anggraini menyampaikan, pencapaian itu diraih dari strategi pertumbuhan bisnis yang selektif dan prudent, serta konsistensi dalam eksekusi program transformasi yang berfokus pada perbaikan kualitas kredit dan manajemen risiko, percepatan transformasi digital, serta penguatan kinerja perusahaan anak.
 
"Strategi ini kami arahkan untuk membawa BNI menjadi bank dengan profitabilitas yang tinggi dan sustain. Sehingga dapat memberikan manfaat semaksimal mungkin terhadap investor yang percaya kepada BBNI," katanya pada Public Expose Live 2022, Selasa, 13 September 2022.
 
Baca juga: BNI Jaga Pertumbuhan Kredit 7-10% Tahun Ini 

Novita optimistis pertumbuhan BNI ke depan akan tetap positif. BNI akan berupaya untuk meningkatkan Return on Equity (RoE) atau rasio laba yang dihasilkan bank dari modalnya hingga ke atas 18 persen pada 2025.
 
"Dengan RoE per Juni 2022 sebesar 15,1 persen, maka ini berarti profitabilitas kami akan terus meningkat secara berkelanjutan,” ucap Novita.
 
Untuk mencapai target tersebut, Novita memaparkan strategi pertumbuhan perseroan dalam tiga tahun ke depan akan fokus pada tiga hal.
 
Pertama, pertumbuhan kredit BNI di segmen korporasi akan fokus pada nasabah blue chip dengan kualitas dan outlook kinerja usaha yang baik dan secara historis telah terbukti resilien dalam menghadapi gejolak perekonomian.
 
Kedua, pertumbuhan segmen UMKM yang mana BNI akan memperkuat pertumbuhan bisnis UMKM berorientasi ekspor, serta diaspora yang berada di luar negeri melalui program BNI Xpora dan pengembangan ekosistem dan solusi digital yang tepat bagi UMKM.
 
Ketiga, pertumbuhan bisnis segmen konsumer yang akan datang dari strategi cross selling dengan nasabah segmen korporasi dan UMKM. BNI akan fokus mengoptimalkan peluang bisnis seperti kredit kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), dan kredit tanpa agunan (KTA) dari pemilik bisnis maupun pegawai nasabah wholesale banking.
 
Novita menekankan BNI berkomitmen untuk memastikan target RoE ini dapat dicapai mulai dengan tahun ini. Terlebih, kinerja perseroan hingga semester kedua 2022 masih on track untuk merealisasikan pencapaian laba tertinggi dalam sejarah perseroan.
 
"Kami melihat ada korelasi yang kuat antara tingkat ROE dengan valuasi saham dari parameter Price-to-Book Value. Maka, harapannya valuasi saham BNI ke depan akan terus meningkat dan memberikan return yang optimal bagi pemegang saham," ujarnya.
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif