Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: dok Bank Indonesia
Gubernur BI Perry Warjiyo - - Foto: dok Bank Indonesia

Rendahnya Suku Bunga Acuan Seret Penurunan Bunga Bank

Ekonomi Perbankan Bank Indonesia suku bunga
Husen Miftahudin • 19 Agustus 2020 16:52
Jakarta: Suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 4,0 persen merupakan level terendah sepanjang sejarah. Rendahnya suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI) ini menyeret tren penurunan suku bunga perbankan.
 
"Longgarnya likuiditas serta penurunan suku bunga kebijakan (BI 7 Days Reverse Repo Rate) berkontribusi menurunkan suku bunga perbankan dan imbal hasil (yield) SBN (Surat Berharga Negara)," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Agustus 2020 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020.
 
Perry mengungkapkan rata-rata tertimbang suku bunga deposito dan kredit modal kerja pada Juli 2020 menurun dari 5,74 persen dan 9,48 persen pada Juni 2020 menjadi 5,63 persen dan 9,47 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, imbal hasil SBN 10 tahun turun 38 bps pada Juli 2020 dari level Juni 2020 sehingga tercatat 6,83 persen. Di tengah suku bunga yang menurun, pertumbuhan besaran moneter M1 dan M2 pada Juni 2020 melambat menjadi 8,2 persen (yoy) dan 8,2 persen (yoy), dipengaruhi ekonomi yang belum kuat.
 
"Ke depan, ekspansi moneter Bank Indonesia yang sementara ini masih tertahan di perbankan diharapkan dapat lebih efektif mendorong pemulihan ekonomi nasional sejalan percepatan realisasi anggaran dan program restrukturisasi kredit perbankan," paparnya.
 
Perry menegaskan bahwa kondisi likuiditas saat ini lebih dari cukup dan transmisi penurunan suku bunga berlanjut, ditopang strategi operasi moneter Bank Indonesia. Hingga 14 Agustus 2020, Bank Indonesia telah menambah likuiditas (quantitative easing) di perbankan sekitar Rp651,54 triliun, dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter sekitar Rp480,7 triliun.
 
Longgarnya kondisi likuiditas mendorong tingginya rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yakni 26,24 persen pada Juni 2020 dan rendahnya suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), sekitar 3,64 persen pada Juli 2020.
 
Penurunan suku bunga pasar uang ini menyeret penurunan biaya dana (cost of fund) di industri perbankan. Dengan demikian, maka ruang penurunan bunga bank akan terus berlanjut.
 
Bank sentral juga menyampaikan penyaluran kredit/pembiayaan dari sektor keuangan masih rendah dipengaruhi permintaan domestik yang lemah sejalan kinerja korporasi yang tertekan serta kehati-hatian perbankan akibat berlanjutnya pandemi covid-19. Pertumbuhan kredit pada Juni 2020 tercatat rendah sebesar 1,49 persen (yoy).
 
Program restrukturisasi kredit yang diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit hingga Juni 2020 mencapai 15,71 persen dari total kredit, ditopang likuiditas perbankan yang terjaga. Setelah mencapai puncaknya pada April 2020 untuk kredit UMKM dan Mei 2020 untuk kredit korporasi, restrukturisasi ini diprakirakan berlanjut hingga akhir tahun.
 
"Restrukturisasi kredit yang disertai program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor keuangan diharapkan dapat mendorong peningkatan pertumbuhan intermediasi," pungkas Perry.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif