Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok Antara
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok Antara

Defisit Transaksi Berjalan Turun Jadi 1,4%

Ekonomi bank indonesia defisit transaksi berjalan
Husen Miftahudin • 20 Mei 2020 13:15
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) kuartal I-2020 sebesar USD3,9 miliar atau 1,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu lebih rendah dari defisit USD8,1 miliar atau setara 2,8 persen PDB pada kuartal IV-2019.
 
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan penurunan defisit transaksi berjalan pada tiga bulan pertama 2020 ini dipengaruhi oleh penurunan impor. Hal tersebut seiring dengan perlambatan ekonomi domestik yang tercatat hanya tumbuh 2,97 persen pada kuartal I-2020.
 
Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut juga dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang, disertai dengan penurunan defisit neraca jasa dan neraca pendapatan primer.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Perbaikan surplus neraca perdagangan barang disebabkan oleh penurunan impor seiring dengan permintaan domestik yang melambat, sehingga mengurangi dampak penurunan ekspor akibat kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia," ujar Onny dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Perbaikan neraca jasa dipengaruhi oleh penurunan defisit jasa transportasi sejalan dengan penurunan impor barang, di tengah penurunan surplus jasa travel akibat berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.
 
"Di samping itu, perbaikan defisit neraca pendapatan primer sejalan dengan aktivitas ekonomi domestik, turut mendorong penurunan defisit transaksi berjalan," tuturnya.
 
Onny juga menyebutkan, transaksi modal dan finansial pada kuartal I-2020 mengalami penurunan signifikan di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Transaksi modal dan finansial terjadi defisit sebanyak USD2,9 miliar, terutama dipengaruhi oleh defisit investasi portofolio setelah pada kuartal sebelumnya tercatat surplus sebesar USD12,6 miliar.
 
"Defisit investasi portofolio ini dipicu besarnya aliran modal keluar (capital outflow) akibat kepanikan pasar keuangan global terhadap pandemi virus korona covid-19."
 
Dengan perkembangan tersebut, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal I-2020 defisit sebesar USD8,5 miliar. Sementara posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2020 sebesar USD121,0 miliar, posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.
 
Onny bilang, dengan langkah stabilisasi dan penguatan bauran kebijakan Bank Indonesia, berkoordinasi erat dengan pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aliran masuk modal asing (capital inflow) ke pasar keuangan domestik kembali membaik.
 
"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas perekonomian, serta memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal," tutup Onny.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif