Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

IHSG Hari Ini Dibuka Menguat ke 6.507, Investor Cermati Data AS

Annisa ayu artanti • 26 Agustus 2026 09:45
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka menguat 0,08 persen ke level 6.507,14 setelah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah.
  • Investor mencermati data ekonomi AS dan pidato The Fed yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan pasar.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu pagi dengan penguatan. IHSG tercatat dibuka naik 5,47 poin atau 0,08 persen ke level 6.507,14.
 
Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut bergerak di zona hijau. LQ45 naik 0,62 poin atau 0,10 persen ke level 642,57.
 
Penguatan tipis ini terjadi setelah IHSG pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,37 persen ke posisi 6.501,67. Aksi ambil untung atau profit taking menjadi salah satu faktor yang menekan indeks, dengan saham BYAN, BBRI, dan BBCA menjadi pemberat.

Di tengah pergerakan pasar domestik, investor juga masih mencermati sejumlah sentimen global, mulai dari data ekonomi Amerika Serikat (AS), arah kebijakan bank sentral AS Federal Reserve (The Fed), hingga perkembangan harga minyak dunia.
 
Baca juga: IHSG Melemah Tipis, Bursa Asia Bergerak Variatif Pagi Ini

IHSG Berpeluang Bergerak Mixed to Positive

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, investor tengah mencermati NPI, uang beredar Juli, serta hasil review FTSE Russell yang akan efektif September.
 
"Kami memproyeksikan IHSG bergerak mixed to positive dengan support 6.455-6.400 dan resistance 6.568," katanya dalam riset harian, Kamis, 26 Agustus 2026. 
 
Secara teknikal, lanjut tim riset menuturkan IHSG masih berada di tren bullish bertahan di atas 6.455, dengan peluang menguji 6.568. MA20 di 6.328 menjadi support berikutnya.
 
Dari sisi sentimen, pasar menunggu data AS dengan konsensus Core PCE 0,2 persen MoM, GDP kuartal I sebesar 1,5 persen, Personal Income 0,3 persen, Personal Spending 0,2 persen, dan Durable Goods Orders 0,7 persen, serta pidato The Fed di Jackson Hole. 
"Harga minyak turun 3 persen ke USD82,5 per barel seiring meredanya tensi AS–Iran, menjadi katalis positif bagi inflasi global," imbuh tim riset.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan