Ilustrasi. Foto: Antara/Eric Ireng
Ilustrasi. Foto: Antara/Eric Ireng

Pandemi Buat Pendapatan Angkasa Pura Merosot 43,2%

Ekonomi laporan keuangan angkasa pura 1
Annisa ayu artanti • 23 Juli 2020 16:46
Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat penurunan pendapatan sebesar 43,2 persen pada semester I-2020. Penurunan pendapatan tersebut merupakan imbas pandemi covid-19 yang menghantam industri penerbangan.
 
Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan akibat covid-19, trafik penumpang pada semester I-2020 hanya sebanyak 19,37 juta orang. Jumlah tersebut menurun 49 persen dibandingkan trafik penumpang di periode yang sama tahun lalu yang mencapai 37,89 juta.
 
"Seiring dengan penurunan trafik penumpang, pada semester I-2020 juga terjadi penurunan total pendapatan perusahaan yang turun sebesar 43,2 persen," kata Faik dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia merinci pada paruh pertama 2020 perusahaan hanya dapat membukukan pendapatan Rp2,37 triliun. Sedangkan pada periode yang sama tahun sebelumnya bisa mencapai 4,19 triliun.
 
Di sisi lain Faik juga mengungkapkan, Angkasa Pura I juga mencatat penurunan yang cukup tajam terjadi pada trafik pesawat pada semester I-2020 yang hanya mencapai 233.344 pergerakan, turun 31 persen dibanding trafik pada periode yang sama di 2019 yang mencapai 337.350 pergerakan.
 
Sementara untuk trafik kargo terjadi penurunan tipis pada semester I-2020, dari 216,33 juta kg pada periode yang sama 2019 menjadi 204,52 juta kg.
 
Lebih lanjut terkait penurunan pendapatan tersebut, Faik menjelaskan pihaknya telah melaksanakan program cost leadership dengan target penghematan beban operasional sebesar 50 persen dari rencana kerja dan anggaran (RKA) tahun ini.
 
"Berbagai pemangkasan biaya beban operasional telah dilakukan sebelumnya. Pada semester II 2020, perusahaan akan melakukan berbagai upaya untuk mencapai target penghematan tersebut," ujarnya.
 
Adapun berbagai upaya tersebut yaitu memanfaatkan green energy, meningkatkan kemitraan dengan pelaku industri di sektor non aviasi untuk meningkatkan efektivitas pembelanjaan moda, pelelangan aktiva tetap tidak produktif seperti kendaraan bermotor, dan renegosiasi pembayaran dengan vendor.
 
"Pandemi covid-19 ini sangat menekan industri aviasi dan perekonomian secara umum akibat pembatasan pergerakan orang dan barang untuk mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Namun seiring dengan kebijakan adaptasi kebiasaan baru yang diinisiasi pemerintah, kami optimis akan terjadi peningkatan trafik pada semester II-2020 ini," tukasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif