Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Foto: Dok.MI
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Foto: Dok.MI

LPS Jamin Penempatan Dana Pemerintah di Bank Umum Aman

Ekonomi LPS Himbara
Eko Nordiansyah • 29 Juni 2020 20:12
Jakarta: Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjamin penempatan dana pemerintah di bank umum aman. Apalagi saat ini pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp30 triliun kepada empat bank Himpunan Bank Negara (Himbara).
 
Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengatakan pihaknya diminta untuk mengutamakan pengembalian dana pemerintah yang ditempatkan pada bank peserta bentuk simpanan dan apabila bank peserta tersebut harus ditangani oleh LPS.
 
Halim menjelaskan, untuk bank peserta yang sistemik tidak ada opsi untuk likuidasi. Artinya apabila bank peserta program pemulihan ekonomi nasional ini gagal, maka LPS akan melakukan penanaman modal sementara guna menjamin dana pemerintah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penanganannya adalah dengan melakukan penanaman modal sementara. Dengan demikian tidak ada unsur terjadinya kerugian bagi uang negara yang ditempatkan di bank tersebut," kata dia dalam rapat dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.
 
Dirinya menambahkan, bank tetap diwajibkan membayar premi sebesar 0,1 persen meskipun mendapatkan dana dari pemerintah. Mekanismenya sebagaimana yang diatur dalam pasal 9, pasal 12 dan pasal 13 Undang-Undang (UU) LPS.
 
"Premi penjaminan sebesar 0,1 persen dari rata-rata saldo bulanan total simpanan dalam setiap periode yang dibayarkan dua kali dalam setahun. Dengan demikian premi penjaminan dibayarkan oleh bank, bukan oleh pemerintah," jelas dia.
 
Menurut dia, sejak awal penempatan dana pemerintah diarahkan pada bank sehat dan kuat. Dalam UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK) tidak ada opsi untuk melakukan likuidasi, sehingga LPS wajib melakukan penyelamatan.
 
"LPS dapat melakukan langkah antisipasi baik dalam bentuk pemeriksaan bersama dengan OJK terhadap kondisi bank tersebut, maupun menyiapkan dana apabila LPS diperkirakan akan menangani bank tersebut sebagai bank gagal," pungkasnya.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif