Ilustrasi. Foto: AFP.
Ilustrasi. Foto: AFP.

Sentimen Global Positif, Minat Investor Kripto RI Bakal Terus Tumbuh

Husen Miftahudin • 31 Maret 2022 21:57
Jakarta: CEO Indodax Oscar Darmawan optimistis investor aset kripto di Indonesia bakal terus tumbuh seiring dengan tingginya sentimen positif global terhadap semakin diterimanya mata uang digital tersebut. Hal ini didorong oleh dampak teknologi blockchain seperti kripto, DeFi, dan NFT semakin dibutuhkan.
 
"Bukan tidak mungkin, kenaikan investor juga akan terus naik kembali di tahun ini. Terlebih pemerintah juga sudah sangat terbuka dengan adopsi kripto sebagai suatu komoditas digital yang sangat dipertimbangkan," ujar Oscar dalam keterangan tertulis, Kamis, 31 Maret 2022.
 
Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag), jumlah investor aset kripto di Indonesia Pada Februari 2022 mencapai 12,4 juta orang. Jumlah ini meningkat signifikan bila dibandingkan dengan posisi akhir 2021 sebanyak 11,2 juta investor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun nilai transaksi aset kripto di Indonesia pada 2020 mencapai sebesar Rp64,9 triliun dan meningkat menjadi Rp859,4 triliun pada 2021. Bahkan pada periode Januari-Februari 2022, nilai transaksi aset kripto di dalam negeri tercatat Rp83,8 triliun.
 
Mengutip data Chain Analysis, Indonesia kini menempati posisi kelima di kawasan Asia Tenggara setelah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia dan menempati posisi ke 25 dunia terkait adopsi kripto di 2021. Data itu membuktikan Indonesia sudah menempatkan kripto sebagai komoditas yang semakin mainstream.
 
Selain keterbukaan ekosistem di dalam negeri, sentimen positif dunia pun memberi pengaruh terhadap tren investasi kripto. Misalnya, beberapa negara yang telah melonggarkan kebijakan penggunaan kripto.
 
"Regulasi berbagai negara belakangan ini membuat sentimen kripto bergeser ke arah yang positif. Ada Ibu kota Brasil, Rio de Janeiro yang akan mengizinkan warganya untuk membayar pajak memakai kripto dan memiliki rencana untuk mengizinkan pembayaran lainnya untuk menggunakan kripto," tuturnya.
 
Kemudian, Wakil Perdana Menteri Vietnam yang sedang menginstruksikan penciptaan Rancangan Undang-Undang terkait kripto. Pemerintah Inggris juga berencana untuk merilis aturan baru yang berfokus pada stablecoin, karena pertumbuhannya yang masif beberapa waktu terakhir.
 
"Institusi investor Terraform Labs pun dilaporkan baru saja membeli bitcoin dengan jumlah yang fantastis. Apa yang dilakukan oleh Terraform Labs cukup menaikkan harga kripto dan memberikan katalis positif untuk para investor," tambah Oscar.
 
Dengan tren regulasi yang terjadi di beberapa negara tersebut membuktikan negara di dunia saat ini semakin banyak yang mengadopsi kripto. "Bahkan saya prediksikan di 2022 akan ada banyak negara yang menyusul El Salvador untuk mengadopsi bitcoin dan kripto lainnya sebagai alat pembayaran dan cadangan devisa negara," tutup Oscar.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif