Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

BI Catat Uang Beredar di Oktober 2020 Meningkat Jadi Rp6.780,8 Triliun

Ekonomi Bank Indonesia Uang Beredar
Eko Nordiansyah • 30 November 2020 11:56
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Oktober 2020 menjadi Rp6.780,8 triliun. Uang beredar meningkat 12,5 persen dibanding tahun sebelumnya (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan lalu sebesar 12,4 persen (yoy).
 
Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada Oktober 2020 terutama disebabkan oleh komponen uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi.
 
"Peningkatan tersebut disebabkan pertumbuhan M1 sebesar 18,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada September 2020 sebesar 18,0 persen (yoy), didorong oleh peredaran uang kartal yang tinggi di masyarakat," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Senin, 30 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari 10,6 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 10,7 persen (yoy) pada Oktober 2020. Sementara itu, surat berharga selain saham masih mengalami kontraksi meskipun membaik dari bulan sebelumnya, dari minus 13,9 persen (yoy) pada September 2020 menjadi minus 12,1 persen (yoy) pada bulan laporan.
 
"Berdasarkan faktor yang memengaruhi, peningkatan M2 pada Oktober 2020 disebabkan oleh kenaikan ekspansi keuangan pemerintah," jelas dia.
 
Hal ini tercermin dari pertumbuhan tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang meningkat, dari 76,7 persen (yoy) pada September 2020 menjadi 81,6 persen (yoy) pada Oktober 2020. Sementara itu, aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 13,9 persen (yoy) pada Oktober 2020, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan September 2020 sebesar 16,7 persen (yoy).
 
"Pertumbuhan kredit pada Oktober 2020 kembali mengalami kontraksi, dari minus 0,4 persen (yoy) pada September 2020 menjadi minus 0,9 persen (yoy) pada bulan laporan," pungkas dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif