Pelemahan rupiah terjadi ketika Indeks Dolar AS (DXY) justru bergerak turun tipis. DXY tercatat berada di level 100,980 atau melemah 0,04%.
Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari penguatan dolar AS.
Baca juga: Rupiah Tertekan Terhadap Mata Uang Paman Sam dan Regional Asia |
Sentimen pasar regional dan kebutuhan valuta asing di dalam negeri turut memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.
Rupiah Melemah terhadap Sejumlah Mata Uang Utama
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang utama tercatat menguat terhadap rupiah. Won Korea Selatan berada di level 13.183,5 per rupiah atau menguat 0,35%.Ringgit Malaysia juga naik tipis ke posisi 4.399,83 atau menguat 0,12%. Sementara itu, yen Jepang bergerak ke level 113,15 atau naik 0,10%.
Baht Thailand turut menguat 0,04% ke level 536,292. Adapun euro relatif stagnan di kisaran 20.406,0.
Di sisi lain, rupiah mencatatkan penguatan terhadap dolar Singapura dan yuan Tiongkok.
Dolar Singapura turun 11,67 poin ke level 14.017,12 atau melemah 0,08%. Sementara yuan Tiongkok berada di level 2.670,71 atau turun 0,15%.
Harga Emas Dunia Menguat
Di tengah pergerakan mata uang, harga emas dunia kembali menguat. Harga emas spot tercatat berada di level USD4.289,70 per troy ons. Harga emas menguat 16,03 poin atau sekitar 0,38%. Penguatan tersebut membawa harga emas semakin mendekati level USD4.290 per troy ons.Emas masih menjadi salah satu aset yang diperhatikan investor ketika ketidakpastian pasar meningkat. Permintaan terhadap aset lindung nilai turut menjadi salah satu faktor yang dapat menopang pergerakan harga emas di pasar global.
Pergerakan rupiah dan emas pada perdagangan pagi ini menunjukkan dinamika yang berbeda. Rupiah berada di bawah tekanan terhadap dolar AS, sementara emas melanjutkan penguatannya di pasar global.