| Baca juga: Wakaf Jadi Pilar Penting Pembangunan Ekonomi Inklusif |
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, jumlah Generasi Z di Indonesia mencapai sekitar 74,9 juta orang atau 27,9% dari total populasi. Sementara itu, generasi milenial berjumlah sekitar 95 juta orang atau sekitar 33,4%. Artinya, lebih dari 60% penduduk Indonesia berasal dari dua generasi yang akan menjadi penggerak utama ekonomi di masa depan, termasuk dalam penggunaan produk keuangan syariah.
Melihat potensi tersebut, perusahaan asuransi mulai merancang strategi yang lebih relevan dengan gaya hidup Gen Z. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada produk perlindungan, tetapi juga pada edukasi finansial, pemanfaatan platform digital, hingga pembangunan komunitas.
“Salah satu strategi yang ditempuh adalah memperkuat literasi keuangan melalui konten edukatif di media sosial. Konten yang ringan, visual, dan mudah dipahami dinilai lebih efektif untuk menjangkau generasi muda yang terbiasa mengkonsumsi informasi secara cepat melalui platform digital,” tegas Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama.
Selain itu, perusahaan juga mulai menghadirkan produk perlindungan dengan premi yang lebih terjangkau agar sesuai dengan kemampuan finansial generasi muda yang sebagian besar masih berada pada tahap awal karier. Produk kesehatan syariah dengan kontribusi mulai ratusan ribu rupiah per bulan, misalnya, dirancang untuk memberikan perlindungan dasar seperti rawat inap, perawatan penyakit tertentu, hingga perlindungan terhadap penyakit kritis.
Transformasi digital juga menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Platform layanan digital yang memungkinkan nasabah mengakses informasi polis, melakukan klaim, hingga mendapatkan layanan secara cepat dan praktis menjadi salah satu faktor yang dianggap penting untuk menarik minat Gen Z yang mengutamakan kemudahan dan kecepatan layanan.
Berbasis Komunitas
Di sisi lain, pendekatan berbasis komunitas juga semakin diperkuat. Melalui berbagai program yang melibatkan anak muda, perusahaan asuransi berupaya membangun ekosistem yang tidak hanya membahas perlindungan keuangan, tetapi juga pengembangan diri dan kewirausahaan.Kegiatan seperti festival atau forum generasi muda yang menghadirkan diskusi bisnis, pengembangan keterampilan, serta literasi keuangan menjadi salah satu cara untuk
meningkatkan keterlibatan Gen Z.
Program semacam ini juga membuka ruang kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan generasi muda dalam.membangun kesadaran finansial sejak dini.
“Prudential Syariah juga membangun ekosistem komunitas untuk anak muda melalui program seperti NextGen Fest, sebuah inisiatif yang mendorong semangat kewirausahaan dan pengembangan diri, sekaligus memperluas kesempatan anak muda mengembangkan keterampilan manajemen keuangan dan membuka peluang kolaborasi dalam ekosistem bisnis,” tegas dia.
Strategi yang menggabungkan literasi, digitalisasi, produk yang lebih terjangkau, serta pembangunan komunitas dinilai menjadi kunci bagi industri asuransi untuk menjangkau generasi baru konsumen. Dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap gaya hidup mereka, Gen Z dipandang dapat menjadi pendorong pertumbuhan sektor keuangan syariah di Indonesia dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News