Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

IHSG Naik Lagi, Apa Katalisnya?

Annisa ayu artanti • 02 September 2026 09:30
Ringkasnya gini..
  • IHSG menguat 0,27% ke 6.617 pada awal perdagangan 2 September 2026 dengan 254 saham berada di zona hijau.
  • IHSG berpeluang menguji resistance 6.650 setelah sebelumnya naik 1,14% dan mendapat dukungan net buy asing.
  • Investor memantau foreign inflow, saham perbankan, rupiah, serta sentimen The Fed dan AS-Iran.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Rabu, 2 September 2026. IHSG dibuka di level 6.625,393, sebelum bergerak ke 6.617,613 pada pukul 09.06 WIB.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.06 WIB, IHSG menguat 17,670 poin atau 0,27 persen ke level 6.617,613.

254 Saham Menguat

Pergerakan positif IHSG pada awal perdagangan juga terlihat dari mayoritas saham yang berada di zona hijau. Sebanyak 254 saham menguat, sedangkan 218 saham melemah dan 227 saham lainnya bergerak stagnan.

Nilai transaksi yang tercatat hingga pukul 09.06 WIB mencapai Rp1,740 triliun, dengan volume perdagangan sebanyak 4,965 miliar saham.

IHSG Kemarin Naik 1,14 Persen

Sebelum kembali menguat pagi ini, IHSG ditutup naik 1,14 persen ke level 6.599,94 pada perdagangan Selasa, 1 September 2026.

Sepanjang perdagangan tersebut, IHSG bergerak di rentang 6.535-6.608. Penguatan terutama ditopang sektor perbankan, dengan BBRI, BBCA, dan BMRI menjadi kontributor utama.

Dari sisi investor asing, pasar reguler mencatat net buy Rp1,76 triliun. Namun, pergerakan pasar masih dibayangi tekanan terhadap rupiah yang berada di level Rp17.744 per dolar Amerika Serikat.

IHSG Berpeluang Uji 6.650

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan resistance di 6.650. 

"Secara teknikal, IHSG berhasil bertahan di atas MA20 di 6.416 dan mempertahankan struktur uptrend. Jika mampu breakout dan bertahan di atas 6.650, momentum penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.665–6.732," jelas tim dalam riset hariannya, Rabu, 2 September 2026.

Tim riset menjelaskan, katalis selanjutnya akan berfokus pada keberlanjutan foreign inflow, terutama setelah investor asing mencatat net buy Rp1,76 triliun di pasar reguler pada perdagangan terakhir, dengan perhatian pada akumulasi saham-saham big caps seperti BBRI, BBCA, dan BMRI. 

Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati perkembangan AS–Iran serta meningkatnya kembali ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih hawkish, yang dapat menjaga volatilitas Rupiah dan pasar global.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan