Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

IHSG Dibuka Menguat di Awal September, Ini Sentimen yang Dipantau Investor

Annisa ayu artanti • 01 September 2026 09:54
Ringkasnya gini..
  • IHSG mengawali September 2026 dengan naik 0,19% ke level 6.538,12 dan berpeluang menguji resistance 6.550.
  • Investor mencermati inflasi, PMI manufaktur, dan neraca perdagangan sebagai sentimen pergerakan IHSG.
  • IHSG masih mempertahankan struktur bullish dan bergerak di atas MA20 level 6.397.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan September 2026 dengan penguatan. IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi, 1 September 2026, naik 12,64 poin atau 0,19 persen ke posisi 6.538,12.

Penguatan juga terjadi pada kelompok 45 saham unggulan. Indeks LQ45 naik 0,92 poin atau 0,14 persen ke level 644,75.

Pergerakan IHSG hari ini menjadi perhatian investor setelah pasar saham domestik mengakhiri perdagangan Agustus dengan penguatan tipis.

IHSG Berpeluang Uji Level 6.550

Pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026, IHSG ditutup menguat 0,11 persen ke level 6.525,48. Nilai transaksi tercatat melonjak sekitar 60 persen menjadi Rp25,02 triliun.

Lonjakan aktivitas perdagangan tersebut terjadi seiring berakhirnya periode rebalancing MSCI. Perubahan konstituen MSCI berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus dan efektif mulai 1 September.
 
Baca juga: IHSG Melemah Tipis di Awal Pekan, Bursa Asia Mayoritas Berada di Zona Merah

Sebagian dampak perubahan tersebut telah diantisipasi pelaku pasar sejak pengumuman pada 13 Agustus.

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji resistance 6.550. 

"Secara teknikal, IHSG masih mempertahankan struktur bullish dan bergerak di atas MA20 di 6.397. Jika mampu breakout dan bertahan di atas 6.550, peluang penguatan lanjutan semakin terbuka," jelas tim riset, Selasa, 1 September 2026

Dari sisi sentimen, tim riset menjelaskan pasar akan mencermati inflasi Agustus dengan konsensus 3,13 persen YoY, core inflation 2,80 persen, PMI manufaktur 50,5, serta neraca perdagangan Juli yang diperkirakan defisit USD600 juta. 

"Data tersebut akan menjadi perhatian untuk melihat kondisi ekonomi domestik dan ruang kebijakan BI ke depan," tutur tim riset.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan