PT Indomobil Sukses Internasional Tbk tetap mencatat pertumbuhan pendapatan yang ditopang oleh kinerja beberapa lini bisnis, khususnya segmen kendaraan penumpang.. Foto: SIS.
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk tetap mencatat pertumbuhan pendapatan yang ditopang oleh kinerja beberapa lini bisnis, khususnya segmen kendaraan penumpang.. Foto: SIS.

Laba Bersih PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) Anjlok di 2025

Arif Wicaksono • 31 Maret 2026 18:16
Jakarta: Kinerja keuangan PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) sepanjang 2025 menghadapi tekanan pada level laba bersih, meski dari sisi operasional masih menunjukkan pertumbuhan. 
 
Emiten otomotif yang berada di bawah Grup Salim ini mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hingga 43,3% secara tahunan.
 
Secara top line, pendapatan perseroan masih tumbuh menjadi Rp30,50 triliun, naik dari Rp29,31 triliun pada 2024. 
 

Laba kotor ikut meningkat tipis menjadi Rp6,21 triliun, sementara laba usaha tercatat Rp2,82 triliun atau sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya Rp2,76 triliun.

Namun demikian, tekanan signifikan datang dari sisi non-operasional. Beban keuangan tercatat meningkat menjadi Rp2,58 triliun dari Rp2,47 triliun pada 2024. 
 
Lonjakan beban bunga ini berdampak langsung pada penurunan laba sebelum pajak yang turun menjadi Rp608,16 miliar, dari sebelumnya Rp813,26 miliar.
 
IMAS telah membukukan penurunan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2025. 
 
Berdasarkan laporan keuangan, laba bersih IMAS turun 43,38% year on year (YoY) menjadi Rp132,33 miliar dari Rp233,74 miliar.
 
Penurunan ini juga tercermin pada laba per saham (EPS) yang merosot ke level Rp33,13 per saham, dibandingkan Rp58,52 pada 2024.
 
Tidak hanya itu, total penghasilan komprehensif tahun berjalan juga turun tajam menjadi Rp186,29 miliar, dari Rp425,44 miliar. Penurunan ini dipicu oleh kerugian dari perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang mencapai Rp418,71 miliar.

Segmen Mobil Penumpang Dongkrak Pendapatan

Di tengah tekanan laba, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk tetap mencatat pertumbuhan pendapatan yang ditopang oleh kinerja beberapa lini bisnis, khususnya segmen kendaraan penumpang.
 
Pendapatan dari segmen mobil penumpang dan sepeda motor melonjak menjadi Rp5,07 triliun pada 2025, dari Rp3,90 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan permintaan yang masih kuat di pasar kendaraan penumpang.
 
Sebaliknya, segmen kendaraan niaga dan alat berat yang masih menjadi kontributor terbesar justru mengalami penurunan menjadi Rp12,06 triliun, dari Rp13,19 triliun pada 2024.
 
Sementara itu, lini bisnis bahan bakar dan energi mencatatkan pertumbuhan menjadi Rp4,33 triliun, dari Rp3,54 triliun. Adapun segmen jasa juga menunjukkan kinerja stabil, dengan pendapatan jasa keuangan sebesar Rp2,24 triliun serta sewa kendaraan dan logistik yang meningkat menjadi Rp2,90 triliun.
 
Dari sisi struktur pendapatan, mayoritas masih berasal dari pihak ketiga yang menyumbang Rp28,62 triliun atau sekitar 93,8% dari total pendapatan. Sisanya sebesar Rp1,87 triliun berasal dari transaksi dengan pihak berelasi.
 
Manajemen menegaskan tidak ada ketergantungan terhadap satu pelanggan utama. Tidak ada kontribusi dari satu pelanggan yang melebihi 10% terhadap total pendapatan konsolidasian.
 
Kondisi ini mencerminkan basis pelanggan yang terdiversifikasi, sehingga risiko terhadap ketergantungan pada satu pihak relatif terjaga. Meski demikian, tekanan dari sisi pembiayaan menjadi catatan penting bagi kinerja perseroan ke depan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan