Aksi panic selling ini karena ada kabar varian Omicron yang berkembang di Benua Afrika akan masuk ke Asia Tenggara. Varian ini membuktikan pemulihan ekonomi akan terganggu.
"So pertanyaan repetisi sederhana muncul: akankah Indonesia immune tidak terkena varian Omicron yang sudah mulai mendekat karena sudah terindikasi masuk di Sydney, Australia, dan Hong Kong?" jelas analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang dalam risetnya, Senin, 29 November 2021.
Dia menjelaskan, kombinasi kejatuhan tajam indeks Dow Jones (DJIA) sebesar minus 2,53 persen, EIDO turun tajam tiga persen, serta tajamnya kejatuhan harga beberapa komoditas seperti minyak minus 13,04 persen, batu bara minus 4,61 persen, CPO minus 1,23 persen, nikel minus 3,38 persen, dan timah minus 1,38 persen berpotensi menjadi sentimen negatif pendorong kejatuhan kembali IHSG dalam perdagangan Senin ini.
Sementara itu, NH Korindo Sekuritas Indonesia dalam hasil risetnya menuturkan pelaku pasar akan mencermati perkembangan dari dampak varian covid-19 Omicron terhadap aktivitas perekonomian global dan domestik.
"Mengawali pekan baru, indeks acuan diproyeksikan akan kembali mengalami tekanan pada rentang pergerakan yang lebih rendah di area 6.500-6.754," jelas NH Korindo dalam risetnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News