Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bay ISMOYO

Enggak Dolar AS Lagi, Transaksi RI-Tiongkok Pakai Rupiah dan Yuan

Ekonomi Bank Indonesia indonesia-tiongkok Mata Uang
Patrick Pinaria • 06 September 2021 21:27
Jakarta: Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBC) secara resmi memulai implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal atau Local Currency Settlement (LCS) pada Senin, 6 September 2021. Indonesia dan Tiongkok bakal meninggalkan penggunaan dolar AS yang selama ini dipakai untuk transaksi internasional.
 
Kerangka kerja sama dimaksud meliputi penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung (direct quotation) dan relaksasi regulasi tertentu dalam transaksi valuta asing. Baik mata uang rupiah maupun yuan.
 
Kerangka kerja sama ini disusun berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) yang disepakati dan diteken Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBC Yi Gang pada 30 September 2020. Selain dengan Tiongkok, saat ini BI juga telah memiliki kerangka kerja sama LCS dengan beberapa negara mitra lain, yakni Jepang, Malaysia, dan Thailand.
 
"Implementasi kerja sama ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan oleh Bank Indonesia untuk mendorong penggunaan mata uang lokal yang lebih luas dalam penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi langsung dengan berbagai negara mitra," terang Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam siaran pers, Senin, 6 September 2021.
 
Erwin menyebut perluasan penggunaan LCS diharap dapat mendukung stabilitas rupiah lewat pengurangan ketergantungan pada mata uang tertentu di pasar valuta asing domestik. Tak hanya negara, penggunaan LCS ini bakal memberi keuntungan bagi pelaku ekonomi domestik.
 
Misalnya, penggunaan LCS memberi banyak manfaat langsung kepada pelaku usaha. Antara lain biaya konversi transaksi dalam valuta asing yang lebih efisien, tersedianya alternatif pembiayaan perdagangan dan investasi langsung dalam mata uang lokal, serta tersedianya alternatif instrumen lindung nilai dalam mata uang lokal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi luar negeri dapat terjadi.
 
Untuk mendukung operasionalisasi kerangka LCS menggunakan rupiah dan yuan ini, BI dan PBC menunjuk beberapa bank di negara masing-masing untuk berperan sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Lembaga keuangan yang ditunjuk adalah bank yang dipandang memiliki kemampuan untuk memfasilitasi transaksi rupiah dan yuan.
 
"Yaitu memiliki tingkat ketahanan dan kesehatan yang baik, berpengalaman dalam memfasilitasi transaksi perdagangan/investasi dan memiliki kapasitas dalam menyediakan berbagai jasa keuangan, serta memiliki hubungan kerja sama yang baik dengan bank di negara mitra," papar Erwin.
 
Bank-bank yang ditetapkan sebagai ACCD di Indonesia adalah:
PT Bank Central Asia Tbk.
Bank of China (Hongkong) Ltd.
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk.
PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
PT Bank ICBC Indonesia.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT Bank Maybank Indonesia Tbk.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank OCBC NISP Tbk.
PT Bank Permata Tbk.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
PT Bank UOB Indonesia.
 
Sementara itu, bank-bank yang ditetapkan sebagai ACCD di Tiongkok adalah:
Agriculture Bank of China.
Bank of China.
Bank of Ningbo.
Bank Mandiri Shanghai Branch.
China Construction Bank.
Industrial and Commercial Bank of China.
Maybank Shanghai Branch.
United Overseas Bank (China) Limited.
 
(SUR)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif