ilustrasi pasar modal. Foto: AFP/Adek Berry
ilustrasi pasar modal. Foto: AFP/Adek Berry

OJK: Kinerja Pasar Modal Indonesia Lebih Baik dari Negara Tetangga

Annisa ayu artanti • 10 Agustus 2022 12:12
Jakarta: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Inarno Djajadi menyatakan kondisi pasar modal Indonesia masih sangat baik di tengah kondisi dinamika akibat inflasi global.
 
Dia bilang, di sepanjang 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kapitalisasi pasar sempat menyentuh level tertinggi. Bahkan memecahkan rekor sepanjang sejarah. Pada 21 April 2022, IHSG tembus ke level 7.276,19. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp9.555 triliun.
 
"Sepanjang 2022 kinerja pasar modal masih mencatatkan kinerja positif," katanya dalam konferensi pers, Rabu, 10 Agustus 2022.
 
Baca juga: Pelaku Pasar Perlu Antisipasi Konflik Geopolitik

Inarno juga mengungkapkan, pergerakan pasar pada kuartal II-2022 menuju kuartal III-2022 juga cenderung baik di tengah ketidakpastian global akibat tekanan inflasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sampai dengan 8 Agustus 2022, IHSG mengalami peningkatan sebesar 7,68 persen pada level 7.086,849 dibandingkan dengan akhir 2021.
 
Aktivitas perdagangan di bursa juga terlihat cukup baik yang tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) hingga awal Agustus telah mencapai Rp15,4 triliun, dan rata-rata volume transaksi per hari telah mencapai 23,4 miliar saham.
 
Selain itu, frekuensi transaksi harian juga telah mencapai 1,3 juta kali atau meningkat sebesar lebih dari 6,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
 
"Kinerja ini merupakan yang tertinggi dibandingkan negara tetangga," ucapnya.
 
Lebih lanjut, Inarno juga menyebutkan mengenai kinerja emiten pada kuartal I-2022 yang tercatat tumbuh positif. Dari 722 yang telah melaporkan laporan keuangannya untuk periode kuartal I-2022 tercatat peningkatan laba sebesar 110 persen, dari Rp79,77 triliun menjadi RP167,52 triliun.
 
"Kinerja tersebut baik dibandingkan dengan saat pandemi," ujarnya.
 
Sementara untuk kinerja emiten pada kuartal II-2022, Inarno menambahkan pelaporan kinerja keuangan masih berlangsung. Namun dari 314 emiten yang telah melaporkan tersebut kinerja yang cukup optimal berasal dari emiten sektor teknologi, transportasi dan logistik, dan energi.

 
"Ini yang kita lihat growth-nya (pertumbuhan laba) cukup signifikan," ujar dia
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif